Cuplikan Chapter ini
BAB 19Enam Puluh KeluargaHaji Rusli datang lewat pintu dapurBukan pintu depan bukan gerbang utama yang biasa ia lalui sambil memberi salam keras-keras dan membawa bungkusan makanan Ia datang pukul sebelas malam lewat lorong sempit di belakang asrama santri dengan jaket hitam yang terlalu tebal untuk cuaca selembap itu dan tanpa kendaraanSaya naik ojek dari dua kampung sebelum sini Ustadz katanya terengah ketika Raka membukakan pintu Mobil saya tinggal di rumah Takut diikuti