Cuplikan Chapter ini
BAB 25Amplop yang DuluRafi menemukannya pukul enam pagi dan wajahnya sudah menjelaskan semuanya sebelum ia membuka mulutIa berlari memasuki ruang tamu pesantren dengan ponsel di tangan dan napas terputus-putus seperti anak yang membawa kabar dari tempat kecelakaan Raka yang sedang menyeruput teh pertamanya meletakkan cangkir dan menungguUstadz Lihat iniLayar ponsel itu menampilkan sebuah gambar yang sudah dibagikan ribuan kali Latar hitam huruf merah foto-foto di bawahnya den