Cuplikan Chapter ini
BAB 8Jatah yang Bukan WarisanPagi hari ketiga setelah wafatnya Pakde Darmo ruang tengah rumah itu berbau teh melati dan kue sisa tahlilan Matahari menyelinap lewat celah gorden menjatuhkan garis-garis cahaya di atas tikar yang digelar untuk musyawarah keluarga kecilBapak duduk bersandar di tiang tangannya memegang gelas teh yang sudah dingin Ibu duduk di sampingnya dengan wajah yang lebih tenang daripada kemarin Aisyah bersila di dekat Raka dan di seberang mereka Budhe Rahayu su