Cuplikan Chapter ini
Matahari sore menembus celah dedaunan pohon mangga di depan teras Angin membawa aroma debu jalanan Jakarta yang disiram hujan sisa semalam Suara klakson motor bersahutan dari jalan raya di ujung gang berpadu dengan ketukan mangkuk tukang bakso yang lewatAisha duduk di kursi plastik putih Teras kamar indekos ini sempit hanya cukup untuk satu meja lipat kecil dan dua pot lidah mertua Di atas meja lipat sebuah cangkir keramik murahan mengepulkan uap kopi hitam pekat Tidak ada resep camp