Cuplikan Chapter ini
Amran pulang dengan bunga kuning Warna favorit Aisha duluBuket mawar itu disodorkan ke hadapannya Aisha menerima bungkus kertas kecokelatan tersebut Duri-duri yang sudah dibersihkan menyisakan tonjolan tumpul di sepanjang batangnya Bau wangi artifisial dari toko bunga mewah menyengat hidung Amran mendekat Pria itu mengecup dahi Aisha lamat-lamat Sebuah pertunjukan afeksi pasca-badai Siklus bulan madu berputar lagiBuat istriku yang paling sabar bisik Amran Suaranya diatur presisi