Cuplikan Chapter ini
Layar gawai Rafi menyala terang di tengah ruang redaksi yang gelap Sebuah pesan masuk membawa lampiran audio berukuran belasan megabita Di bawahnya Wulandari mengetik satu baris kalimat pendek Kasih rekaman pembicaraan kita kemarin ke dia Mas Biar dia dengar sendiri Biar dia sadar kalau dia nggak lagi gilaRafi mengembuskan asap rokoknya perlahan Dia sudah mengantongi pola Wulandari sejak pertemuan mereka di warung soto tempo hari Namun menceritakan ulang lewat tulisan dan mendengar