Cuplikan Chapter ini
Gue mau lu siapin rilis pers buat besok sore suara Amran memecah keheningan ruang rapat agensi Pria itu duduk bersandar santai di kursi kulit Jari-jarinya mengetuk pelan meja kaca Wajahnya tenang tidak ada jejak kepanikan sama sekaliRilis soal apa Mas Keisha mengetuk ujung pena ke buku catatannya Kondisi mental AishaJari Keisha berhenti mengetuk Matanya menatap lurus ke wajah klien terbesarnya itu Ujung penanya menekan kertas sedikit terlalu kerasGue rasa publik harus mulai tahu