Cuplikan Chapter ini
Aisha masih duduk di lantai kamar mandi Air shower sudah lama mati Tangannya menggenggam gawai yang layarnya gelapDi luar rumah berlantai marmer ini diam murni tanpa suara Diam yang menuntut kepatuhan mutlak dari penghuninya Aisha menatap ubin pualam di bawah kakinya dengan pandangan kosong Kata-kata dari mulut Wulandari masih berdenging keras memantul-mantul di dalam tengkoraknya menghancurkan fondasi kebenaran yang dia pelihara dengan patuhDia harus bergerak malam iniAisha bangkit