Cuplikan Chapter ini
perjalanan masih panjang Anindita menatap Rangga tatapannya kini dipenuhi tekad yang membara bukan lagi keputusasaan Ia merasakan energi baru mengalir dalam dirinya setelah melewati badai pengakuan yang menghancurkan namun juga membersihkan Dapur Leluhur yang sempat porak-poranda oleh ledakan emosi keluarga kini terasa sunyi seolah menanti perintah baruOke semua kumpul Anindita berteriak suaranya lantang memecah keheningan Kita nggak bisa cuma diem doang Kita harus gerak cepa