Cuplikan Chapter ini
seolah mereka baru saja terlahir kembali Anindita menatap Rangga air mata kebahagiaan membasahi pipinya Proses pengakuan di antara keluarga memang menyakitkan namun terasa membersihkan Namun badai belumlah sepenuhnya reda Ada satu benang kusut terakhir yang harus diurai satu pertempuran yang harus dimenangkan menghadapi Hadi HardiKeesokan paginya udara Dapur Leluhur terasa lebih ringan namun ketegangan masih menyelimuti Anindita dan Rangga kini duduk berhadapan dengan Hadi di