Halo semuanya! Di Bab 4 ini, rasanya ikut geregetan melihat perjuangan Anin yang niatnya memberikan inovasi cerdas lewat sejumput lemon zest, tapi malah dituduh merusak tradisi suci leluhur oleh Bibi Ratih dan Danu yang keras kepala. Syukurlah, sentuhan modern Anin langsung dibuktikan dengan pujian tulus dari pelanggan pertama mereka! Menurut kalian, apakah pembuktian kecil ini perlahan bisa membuka mata keluarga Dapur Leluhur, atau malah bikin mereka makin sentimen sama keberhasilan Anin? Yuk, tulis gemasnya kalian di kolom komentar dan temani terus langkah Anin mencari sisa petunjuk resep! Salam hangat, Pundalisa.