Cuplikan Chapter ini
sebuah beban yang kini melingkari lehernya dan siap untuk menghancurkan segalanya Anindita merasa lemas lututnya nyaris tak mampu menopang tubuhnya Kata-kata Nenek Surti tentang ibunya tentang Bibi Ratih tentang pihak berkuasa itu masih menggema di telinganya Rangga sigap menopang menyatukan keningnya Malam itu mereka kembali ke Dapur Leluhur dengan pikiran kalut kebenaran yang baru saja terungkap terasa seperti palu yang menghantam dada merekaMotor Rangga melaju pelan remang