Cuplikan Chapter ini
Hari-hari berikutnya berubah perlahanRama mulai menunggu setiap malam bukan karena tugas tapi karena sesuatu yang baru tumbuh tanpa ia sadari rasa tenangDewi sering bercerita sambil berjalanTentang pekerjaannya di Indomaret yang gajinya pas-pasan tentang rumah yang dia tinggal kan di Semarang karena tidak tahan dengan sifat ibu nya yang selalu memaafkan ayahnya yang lebih banyak memukul daripada bicara tentang keinginannya punya toko kecil sendiri suatu hari nantiRama jarang menangg