Cuplikan Chapter ini
Sejak tadi ia berjalan di antara nisan-nisan tua yang catnya mulai pudar namun tidak satu pun benar-benar ia lihatDi tangannya ada sebilah kayu kecil yang sudah ia haluskan sejak pagi Kayu itu tidak terlalu bagus Di atas kayu itu tertulis nama dengan tinta hitamBrata SadewoTulisan itu ia buat sendiriIa menatap kayu itu lama sekaliAyahnyaOrang yang selama bertahun-tahun ia tunggu pulang lalu perlahan ia benci lalu akhirnya ia kehilangan sosoknya dengan cara yang begitu kejamAngin