Cuplikan Chapter ini
Bara tetap berdiri Diam disana tidak menepi hingga pintu mobil itu terbukaTuan Brata turun dengan gerakan tenang dengan hanya senyum yang menjengkelkanDan dia berjalan mendekat hingga berdiri berhadapan dengan Bara dengan jarak yang pas untuk membuat lawan bicara merasa kecil tanpa perlu disentuhWah-wah katanya sambil bertepuk tangan seolah sedang menonton pertunjukan yang cukup menghibur Aku suka anak muda yang bersemangatCukup menarik lanjutnya Tapi apa semangat itu bisa