Cuplikan Chapter ini
Kemari Pak Kevan Kita salaman dulu sudah saatnya kita mengakhiri semua yang terjadi di sini ajak si pria bertopi sambil menyodorkan tangan kanannya dengan gestur yang terlalu sopan terlalu tenang Ia berdiri tepat di depan Fani sementara tangan kirinya masih menggenggam sebatang pistol dengan santai di samping pahanyaKevan tampak ragu ia bergeming untuk sesaat matanya yang kecil menatap telapak tangan si pria bertopi itu seolah sedang menatap ujung jurangUdah nggak usah takut angg