Cuplikan Chapter ini
Fani menoleh lemas kepada Frans yang masih meringis kesakitan di kursi sebelah Wajahnya yang tadi begitu cerah dan bersih kini tampak sayu dan kotor Darah yang mengering di keningnya bercampur dengan keringat dingin dan sisa air mata benar-benar membuatnya terlihat seperti boneka yang hancur Ia mencoba memfokuskan pandangannya namun kepalanya terasa berdenyut hebatAku akan kasih kamu satu kesempatan untuk bicara dengan ayahmu lewat telepon Jadi jangan sia-siakan mengerti ujar pr