Cuplikan Chapter ini
Mata Maya tak berkedip Kalimat itu menelusup merasuk ke setiap selnya mencairkan kebekuan yang selama ini ia bangun Pulang Hanya itu Bukan sempurna Dadanya terasa sesak tapi kali ini bukan karena takut atau sedih melainkan karena gejolak emosi yang terlalu besar untuk ia cerna Seluruh jiwanya berteriak pulangMaya Raka mendekat lagi menatapnya ada genangan air mata di matanya sama seperti Maya Kami ini kalau bukan karena kamu kita mungkin masih sama-sama hancur Kenapa