Cuplikan Chapter ini
Dia beneran pergiKenyataan itu menghantam mereka bertiga bagai palu godam Kata-kata Dimas melayang menciptakan lubang hitam di dada setiap orang Raka terkesiap mundur selangkah Pak Bimo menghela napas panjang merosotkan dirinya di salah satu kursi teras yang dingin Ardi hanya menatap kosong ke arah pagar yang terbuka tubuhnya membekuMaya Maya serius ninggalin kita Raka berbisik suaranya parau Kemarahan yang tadi sempat menggebu kini digantikan oleh rasa sesak dan kebingung