Cuplikan Chapter ini
Napas Maya tertahan di kerongkongan Dunia seolah berhenti berputar Matanya melebar sempurna menatap Dimas yang masih menyeringai Perkataan Dimas bergaung memecahkan sekat tipis antara dua dunia yang mati-matian ia pertahankanKamu Suara Maya serak nyaris tak terdengar Darahnya mendesir panas bukan lagi karena marah tapi karena ketakutan yang mencekik Ia menggeleng keras Nggak Itu nggak benarDimas menaikkan satu alis seringainya semakin tipis Oh ya Kamu yakin nggak benar