Cuplikan Chapter ini
Maya menatap Dimas air matanya masih membasahi pipi Otaknya kosong memproses ulang setiap kata Rasa malu bercampur kebingungan Ketakutan itu mencengkeram Pertanyaan Dimas berputar menciptakan resonansi yang jauh lebih dalam daripada yang Dimas sengajaMaksudmu siapa Maya akhirnya bisa bersuara terputus-putus Ia menarik napas dalam berharap pertanyaan itu menghentikan desakan di dadanya Siapa dia yang sudah ada sejak lama Jangan sampai Dimas sedang mengacu pada dirinya sendi