Cuplikan Chapter ini
Untuk apa aku bertahan Raka Kamu pikir aku ini sekuat apa hah Maya berbisik suaranya parau dan bergetar lebih ke dirinya sendiri daripada Raka Ia melangkah mundur matanya tak berani menatap sorot tajam Raka Pak Bimo maupun Dimas Rasa malu dan kemarahan itu bercampur menjadikannya seperti pasir hisap menariknya lebih dalam ke dalam lubang keputusasaanMaya kamu bukan satu-satunya yang rapuh di sini Raka menjawab suaranya rendah namun penuh penekanan Ia tak gentar justru melan