Cuplikan Chapter ini
UangKata itu menggantung di udara dingin dan menusuk Maya berbalik punggungnya menegang lalu melangkah menuju kamarnya tanpa menoleh Pintu tertutup dengan bunyi nyaris tak terdengar namun terasa seperti suara palu yang menghantam dada Raka Seluruh suasana ruang tamu seolah ikut runtuh Pak Bimo menghela napas panjang menatap lantai Dimas hanya terdiam tatapan matanya mengarah ke pintu kamar Maya tidak lagi tajam melainkan sarat akan kesedihan yang tak terucapDia serius mau usir