Cuplikan Chapter ini
Memasuki sepuluh malam terakhir Ramadhan suasana Pesantren Darunnajah berubah dengan cara yang sulit dijelaskan dengan kata-kata Seolah-olah udara di sekeliling menjadi lebih lembut lebih hening dan lebih dalam Langkah kaki para santri yang biasanya terdengar riuh selepas tarawih kini terdengar pelan tertahan oleh rasa hormat pada malam-malam yang dipercaya lebih mulia dari seribu bulanLampu-lampu di serambi masjid tetap menyala lebih lama Beberapa ustaz tampak duduk bersandar pada