Cuplikan Chapter ini
Malam itu suasana Kamar Nomor Tiga lebih sunyi dari biasanya Lampu utama sudah dimatikan sejak satu jam lalu menyisakan cahaya temaram dari lampu kecil di sudut ruangan Angin dari jendela yang sedikit terbuka membuat tirai tipis bergerak pelan menimbulkan bayangan lembut di dindingZula terbangun tanpa tahu sebabnya Mungkin karena suara angin Mungkin karena hatinya yang belum benar-benar lelapIa membuka mata perlahan Langit-langit kamar tampak samar Nafas teman-temannya terdengar