Cuplikan Chapter ini
Alarm kecil itu berbunyi pelan nyaris tenggelam oleh sunyi malam Suaranya tidak nyaring hanya seperti ketukan halus yang meminta dibukakan pintu kesadaranZula membuka mata perlahan Kamar masih gelap Udara dini hari terasa lebih dingin dari biasanya Ia meraba ponselnya mematikan alarm sebelum bunyinya membangunkan seluruh penghuni kosBeberapa detik ia terdiam Rasa kantuk masih berat di pelupuk mata Selimut terasa begitu hangat Namun ada sesuatu yang lebih kuat dari rasa malas it