Cuplikan Chapter ini
Pagi itu udara selepas Subuh terasa lebih sejuk dari biasanya Langit Jakarta masih pucat kebiruan ketika para santri putri duduk rapi di serambi masjid Mukena putih sudah dilipat diganti dengan jilbab sederhana dan gamis yang seragam Barisan mereka memanjang membentuk setengah lingkaran menghadap ke arah mimbar kecil di depanZula duduk di antara Nabila dan Nafisa Tangannya terlipat di pangkuan Wajahnya terlihat tenang tetapi hatinya masih menyimpan gema percakapan lima menit kemar