Cuplikan Chapter ini
Pagi itu berjalan seperti biasa di Pesantren Darunnajah Aktivitas Ramadhan sudah menjadi rutinitas yang tertata rapikelas pagi hafalan tadarus lalu persiapan ibadah sore Namun di tengah kesibukan itu hati Zula terasa sedikit berbedaIa tidak tahu kenapaSejak bangun tadi ia merasa ada perasaan hangat yang aneh di dadanya Bukan lelah Bukan sedih Tapi seperti menunggu sesuatuKetika bel pesantren berbunyi untuk mengumumkan pembagian kiriman dari rumah Zula tidak terlalu berharap