Cuplikan Chapter ini
Sore itu udara Jakarta terasa lebih panas dari biasanya Matahari masih tinggi memantulkan cahaya ke gedung-gedung dan jalan raya yang dipenuhi kendaraan Dari dalam bus kecil yang mereka tumpangi Zula memandangi kota itu dengan tatapan berbedaBeberapa santri putri mendapat izin keluar untuk membeli perlengkapan pribadi Zula termasuk di antaranya Ia duduk di dekat jendela bersama Nabila dan Mira sementara Nafisa duduk di barisan belakang bersama beberapa teman lainSepanjang perjala