Cuplikan Chapter ini
Pagi itu datang dengan cahaya yang lembut Nafisa bangun lebih dulu lalu tersenyum kecil ketika melihat Zula masih terlelap dengan wajah yang lebih tenang dari malam sebelumnya Udara di Kamar Nomor Tiga terasa berbeda Seperti ada sisa kekuatan dari doa-doa yang mereka panjatkan bersamaHari berjalan seperti biasa Mereka berangkat kuliah duduk di kelas mencatat materi dan sesekali saling melempar pandang untuk memastikan satu sama lain baik-baik saja Nafisa memang belum sepenuhnya ce