Cuplikan Chapter ini
Bram yang masih berada di atas permukaan lantai ubin tampak bengong terpaku dengan mulut menganga lebar menyaksikan sang bos besar kini telah kalah tumbang dan mati untuk selama-lamanya Raga secara perlahan melangkah maju mencabut bilah belati taktis miliknya dari perut bodi Marco yang kondisinya sudah kaku tidak bergerakBram seketika tersadar dari keterpakuannya bergegas berusaha bangkit berdiri guna menyeret kaki kanannya yang terpincang-pincang hebat hendak meluncur lari menyelamatkan