Cuplikan Chapter ini
Raga berdiri di depan pintu kontrakan sembari sepasang matanya bergerak aktif mengamati situasi sekitar Ia memakai sepatunya dengan santai lalu menyipitkan mata ternyata area pemukiman padat itu dipenuhi sampah yang berserakan di mana-mana Bangunan kontrakan bedeng berbahan kayu anyaman bambu dan triplek di sekelilingnya juga tampak banyak yang sudah rapuh termakan usia Beberapa warga yang berada di teras luar kontrakan menatap kedatangannya dengan sorot mata bertanya-tanya heran melihat