Cuplikan Chapter ini
Di bawah sorotan lampu tiang pelabuhan yang remang dan sapuan angin laut malam yang dingin Raga berdiri tegap membisu di hadapan jasad Darmawan yang tergeletak tak bernyawa di atas lantai granit Belati taktis di tangan kanannya masih meneteskan sisa darah segar Tatapan mata pemuda berusia dua puluh dua tahun itu tampak begitu kosong namun memancarkan kilatan kepuasan yang kelamSembari menatap darah yang menggenang di bawah kakinya dada Raga berdegap kencang Seluruh emosinya membuncah