Cuplikan Chapter ini
Suasana di dalam ruangan kamar hotel itu seketika berubah menjadi sangat hening setelah kepergian pacar Vania yang lari ketakutanVania yang kini sudah mengambil posisi duduk di atas sofa mewah perlahan memiringkan kepalanya sedikit untuk memperhatikan raut wajah Raga dari posisi samping Di dekatnya Raga masih terus memejamkan kedua belah matanya rapat-rapat dengan napas yang berembus berat kaku Dari jarak sedekat itu Vania bisa menangkap dengan sangat jelas bahwa ekspresi Raga bukan se