Cuplikan Chapter ini
Marco menatap deretan mayat anak buahnya yang bergelimpangan bersimbah darah di atas aspal halaman Dadanya berdenyut sakit bercampur amarah yang memuncak seketika Detik ini sang bos besar harus dihadapkan pada kenyataan pahit bahwa pertahanannya kecolongan telak ia sama sekali tidak menduga seluruh pasukannya bisa dibantai habis begitu saja dalam hitungan menitSepasang mata Marco memerah penuh amarah Tangan kanannya gemetar hebat saat hendak menarik pelatuk pistol bersiap memuntahkan