Cuplikan Chapter ini
Diskusi pertama Arkan dan Niskala tentang pentingnya menerima kekurangan diri Matahari sore baru saja merosot di balik deretan perbukitan hijau di ufuk barat Desa Rimbai memantulkan bias cahaya keemasan yang menembus celah-celah jendela Rumah Kayu Arimbai Pukul empat lewat lima belas menit sore suasana di sekitar beranda terasa begitu tenang setelah ketegangan panjang yang melanda hari-hari sebelumnyaDi sudut beranda di dekat kursi goyang tempat Arkan biasa merenung duduk seorang perem