Cuplikan Chapter ini
Jam dinding di ruang tamu berdetak lambat seolah mengejek setiap detik ketegangan yang merayap di dalam rumah berukuran sedang itu Pukul 1830 WIB langit senja di luar jendela telah melebur menjadi kelam yang pekat menyisakan bias jingga pucat di ujung cakrawala barat sebelum benar-benar tertelan malam Udara terasa berat pengap dan berbau sisa hujan sore yang menguap dari pelataran semen Di atas meja makan hidangan malam yang dimasak ibu sejak pukul lima sore masih utuh tersaji di ba