Cuplikan Chapter ini
Malam merayap pelan di atas bubungan Rumah Kayu Arimbai membawa serta aroma basah khas tanah gambut yang baru saja disiram sisa hujan petang Jam dinding antik di sudut ruang tengah berdetak berat menunjukkan pukul sepuluh lewat sepuluh menit Suara detaknya berderit konstan memecah keheningan malam yang terasa begitu pekat dan menekan dadaDi luar angin malam berhembus konstan menyusup melalui celah-celah bilik bambu dan menggoyang dedaunan pohon rambai di halaman belakang Suara geseka