Cuplikan Chapter ini
Pertemuan tidak sengaja dengan Niskala seorang wanita independen yang menguji cara pandangnya Pukul 1415 WIB terik matahari Bandar Lampung menyengat tanpa ampun memantulkan gelombang panas dari aspal jalanan protokol yang padat merayap Udara terasa begitu pengap bergeming di antara kepulan asap knalpot angkutan kota dan deru mesin kendaraan bermotor yang berlalu-lalang di hadapan sebuah kedai kopi literan berukuran mini Di tempat inilah Arkan dengan kemeja flanel kumal dan ransel usa