Cuplikan Chapter ini
Arkan menangis di sudut bengkel yang gelap gulitaJam dinding antik berbandul kayu di sudut ruangan menunjukkan pukul 0215 WIB dini hari yang merangkak lambat dalam dekapan kebisuan malam yang pekat Suhu udara di dalam bengkel tua milik keluarga Arkan terasa begitu menusuk tulang membawa serta uap lembap dari tanah berlantai semen kasar yang tidak pernah tersentuh keramik Di luar rintik hujan gerimis menyapu atap seng berkarat menciptakan bunyi ketukan konstan yang terdengar seperti rib