Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Sapaan Rindu
Suka
Favorit
Bagikan
8. Bagian tanpa judul #8

BAB 8 – MOMEN BAHAGIA PENUH PETAKA


FADE IN:

70. MONTAGE – KEHIDUPAN BARU

— BINTANG memakai kemeja kerja, merapikan dasi

— ZENA menulis di laptop, layar penuh naskah

— Chat masuk dari Bintang: “Udah nulis hari ini?”

— Zena tersenyum, mengetik balasan

VO ZENA (V.O.)

Waktu berjalan... tapi kami tidak lagi mengejarnya sendirian.

— Mereka makan malam sederhana

— Bintang membaca tulisan Zena

— Mengangguk bangga

BINTANG

Jangan berhenti, Zen.

Beat.

BINTANG (CONT’D)

Dunia belum lihat kamu.

Zena menatapnya. Tersentuh.


71. INT. RUMAH BINTANG – SORE

Mbo Ijah menyajikan teh.

MBO IJAH

Den Bintang beruntung.

Zena tersenyum.

MBO IJAH (CONT’D)

Non Zena anak baik.

Beat.

MBO IJAH (CONT’D)

Jaga dia, ya.

Zena mengangguk pelan.


72. EXT. TAMAN – SENJA

Langit oranye.

Zena dan Bintang duduk di bangku favorit.

Hening nyaman.

ZENA

Kadang aku nggak percaya...

Beat.

ZENA (CONT’D)

Kita bisa sampai sini.

Bintang menggenggam tangannya.

BINTANG

Karena kamu memang harus di sini.

Beat.

Zena memperhatikan wajah Bintang.

Ada yang berbeda.

ZENA

Kamu kenapa?

Bintang menarik napas dalam.

Lalu—

Ia mengeluarkan kotak kecil yang berbeda dari sebelumnya.

Membukanya.

CINCIN berkilau di bawah cahaya senja.

Kali ini bukan sekadar janji.

BINTANG

(suara pelan, dalam)

Zen...

Beat panjang.

BINTANG (CONT’D)

Mau jalan sama aku... lebih jauh lagi?

Zena membeku.

Air mata langsung jatuh.

ZENA

(bergetar)

Aku mau...

Bintang tersenyum—lega.

Ia menyematkan cincin.

Mereka berpelukan.

Matahari perlahan tenggelam di belakang mereka.


73. INT. RUMAH ZENA – SIANG (LAMARAN)

Rumah ramai.

Tawa. Obrolan. Piring berdenting.

Bintang masuk bersama keluarga.

HARTAWAN menyambut hangat.

HARTAWAN

Mulai sekarang kita persiapkan semuanya.

Bintang mengangguk.

BINTANG

Kami ingin ini jadi hari yang indah.

CUT TO:

MONTAGE – PERSIAPAN PERNIKAHAN

— Zena mencoba gaun putih

— Bintang melihat dari jauh... terpaku

— Katalog undangan dibuka

— Tertawa memilih desain

— Menulis daftar tamu

BINTANG (V.O.)

Cantik banget.

Zena tersenyum malu di depan cermin.


74. INT. KAMAR ZENA – MALAM

Sunyi.

Zena duduk di depan cermin.

Memegang cincin di jarinya.

VO ZENA (V.O.)

Besok...

Beat.

VO ZENA (V.O.) (CONT’D)

Aku akan jadi bagian hidupnya sepenuhnya.

TELEPON BERDERING.

Zena mengangkat.

ZENA

Halo?

Wajahnya berubah.

ZENA (CONT’D)

Sekarang?


75. INT. RUANG KELUARGA – MALAM

HARTAWAN dan PUSPA ada di sana.

HARTAWAN

Kamu mau ke mana?

ZENA

Gaun aku bermasalah, Pah. Harus dicek sekarang.

Hartawan langsung menggeleng.

HARTAWAN

Pengantin nggak boleh keluar malam.

ZENA

Pah, cuma sebentar.

Beat.

Hartawan menghela napas.

HARTAWAN

Ya udah, hati-hati. Kalau urusannya sudah selesai, langsung pulang.

Zena mengangguk.


76. EXT. JALAN – MALAM

Hujan rintik.

Lampu jalan memantul di aspal basah.

Mobil Zena melaju pelan.

Wiper bergerak pelan.

ZENA (V.O.)

Sebentar saja...

Beat.

ZENA (V.O.) (CONT’D)

Aku harus cepat pulang...

TIBA-TIBA—

Seekor KUCING melompat ke jalan.

ZENA

(refleks)

Ya Tuhan!

Setir dibanting.

Ban selip.

Mobil kehilangan kendali.

Suara gesekan—

LAMPU MENYILAU—

BRAK!!


77. INT. MOBIL – MALAM

Sunyi mendadak.

Kaca retak.

Napas Zena berat.

Pandangannya kabur.

Suara dunia menjauh.

ZENA

(hampir tak terdengar)

Bintang...

Beat.

ZENA (CONT’D)

maaf...

Gelap.


78. INT. RUMAH ZENA – MALAM

Tawa masih terdengar.

Tiba-tiba—

TELEPON BERDERING.

Hartawan mengangkat.

Wajahnya berubah.

Pucat.

HARTAWAN

(pelan, gemetar)

Apa...?

Beat.

HARTAWAN (CONT’D)

Anak saya...?

Semua menoleh.

PUSPA

Ada apa, Pah?

Hartawan menutup telepon perlahan.

HARTAWAN

Zena... kecelakaan, Mah.

Sunyi.

Puspa menjatuhkan benda di tangannya.

PUSPA

Nggak...

Air mata langsung jatuh.

PUSPA (CONT’D)

Besok dia nikah...

Suasana pecah.

Orang-orang berdiri. Panik.

HARTAWAN

(tegas, menahan emosi)

Kita ke rumah sakit. Sekarang.

Tidak ada lagi tawa.

Hanya langkah tergesa.

Dan rasa takut yang menggantung.


79. EXT. RUMAH – MALAM

Mobil-mobil berangkat tergesa.

Lampu menyala di tengah gelap.


CUT TO BLACK.


---

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)