Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Sapaan Rindu
Suka
Favorit
Bagikan
6. Bagian tanpa judul #6

FADE IN:

54. EXT. TAMAN KAMPUS – SORE

Angin sore menggerakkan daun-daun.

Zena duduk diam di bangku taman.

Tangannya saling menggenggam gelisah.

Di depannya—MAYA, VINA, ANYA.

VINA

(kalem, tapi tegas)

Kamu nggak bisa terus lari, Zen.

Zena menunduk. Ujung sepatunya menggesek tanah.

ANYA

Kamu harus berani bilang sama Bintang. Nggak bisa terus kaya gini.

ZENA

(pelan)

Ucapan aku udah nyakitin dia...

Beat.

ZENA (CONT’D)

Aku yang nyuruh dia pergi.

Maya mendekat. Duduk di samping Zena. Pelan—mengusap bahunya.

MAYA

Orang yang disakitin... bukan butuh dijauhin.

Beat.

MAYA (CONT’D)

Tapi butuh dijelasin, Zen.

Zena menatap mereka satu per satu.

ZENA

Jadi... aku harus gimana?

Vina bersandar. Menyeringai tipis.

VINA

Kita bantu.

Anya langsung menegakkan badan.

ANYA

Operasi Bintang.

Mereka bertiga saling pandang—kompak.

Zena tak bisa menahan tawa kecil di tengah tegangnya suasana.


55. INT. KANTIN KAMPUS – SIANG

Suasana ramai. Namun meja mereka terasa seperti “ruang strategi”.

Maya mengetuk meja pelan.

MAYA

Aku bisa cari info dari temennya.

VINA

Kita cari tahu dulu... dia masih peduli apa nggak.

Anya menunjuk Zena.

ANYA

Kalau iya—kamu nggak boleh mundur.

Zena menelan ludah. Gugup.


56. INT. KORIDOR KAMPUS – SIANG

Langkah cepat. Maya menghampiri Zena.

MAYA

(berbisik cepat)

Zen...

Zena menoleh.

MAYA (CONT’D)

Dia masih nyebut nama kamu.

Waktu seakan melambat.

ZENA

(hampir tak terdengar)

...nggak benci?

MAYA

Cuma kecewa.

Beat.

MAYA (CONT’D)

Dia nunggu penjelasan.

Perlahan—harapan tumbuh di wajah Zena.


57. EXT. KAFE – SORE

Lampu hangat dari dalam kafe mulai menyala.

Zena berdiri di depan pintu.

Menarik napas panjang.

Di belakangnya—Vina merapikan rambut Zena.

VINA

Ini momen kamu.

Maya menggenggam tangan Zena sebentar.

MAYA

Jangan kabur.

Anya menunjuk ke pintu.

ANYA

Masuk.

Zena mengangguk pelan.


58. INT. KAFE – SORE

Suasana hangat. Musik pelan. Zena duduk di pojok.

Jari-jarinya saling menggenggam.

Teman-temannya menjauh perlahan.

MAYA

(berbisik)

Dia bentar lagi sampai.

Pintu kafe terbuka. BINTANG masuk. Langkahnya terhenti saat melihat Zena. Tatapan mereka bertemu. Sunyi sejenak di tengah keramaian. Bintang berjalan mendekat. Lalu duduk di kursi.

BINTANG

(datar)

Ada apa?

Zena menelan ludah. Tangannya gemetar di bawah meja. Tak buru-buru menjawab.

ZENA

Aku... mau minta maaf.

Beat.

ZENA (CONT’D)

Aku salah... nyuruh kamu pergi.

Bintang duduk dengan tenang. Tangannya terlipat. Menunggu.

ZENA (CONT’D)

Aku takut.

Matanya mulai berkaca.

ZENA (CONT’D)

Takut semuanya nggak berjalan seperti yang aku harapkan.

Hening.

ZENA (CONT’D)

Dan...

Zena menutup mata sebentar. Mengumpulkan keberanian.

ZENA (CONT’D)

Aku suka sama kamu.

Beat.

ZENA (CONT’D)

Aku sayang sama kamu, Bin.

Suara kafe seakan meredam. Bintang menatapnya lama sebelum berbicara.

BINTANG

Kalau kamu suka...

Beat.

BINTANG (CONT’D)

Kenapa kamu nyuruh aku pergi?

Zena menunduk. Air mata jatuh ke punggung tangannya.

ZENA

Karena aku pengecut.

Beat.

ZENA (CONT’D)

Aku takut berharap terlalu jauh.

Bintang menarik napas panjang. Matanya melunak.

BINTANG

Aku kecewa waktu itu.

Zena menatapnya—takut.

BINTANG (CONT’D)

Tapi aku nggak bisa marah.

Beat.

BINTANG (CONT’D)

Karena aku juga suka kamu.

Air mata Zena jatuh lebih deras.

ZENA

Masih ada kesempatan?

Bintang perlahan mengulurkan tangan di atas meja.

Diam. Menunggu.

BINTANG

Kalau kamu berani...

Beat.

BINTANG (CONT’D)

Aku ikut.

Zena menyambut tangan Bintang. Saling tatap. Kemudian saling tersenyum.


59. EXT. LUAR KAFE – SORE

Di balik kaca—Tiga wajah muncul tiba-tiba. Anya menutup mulut menahan teriak.

ANYA

(berbisik)

Finally.

Maya menyikut Vina.

MAYA

Udah kuduga.

Vina menyeringai puas.

VINA

Siap-siap jadi bridesmaid.

Mereka tertawa pelan.


60. EXT. RUMAH BINTANG – SENJA

Langit jingga. Rumah besar berdiri sunyi.

Zena berdiri di samping Bintang.

BINTANG

Aku mau kenalin kamu ke seseorang.

ZENA

Siapa?

          BINTANG

Orang yang paling ngerti aku.


61. INT. RUMAH – SORE

Pintu terbuka. MBO IJAH tersenyum hangat.

MBO IJAH

Ini non Zena, ya?

Zena mengangguk sopan.

MBO IJAH (CONT’D)

Den Bintang sering cerita.

Zena tersipu.


62. INT. RUANG KELUARGA – SORE

Cahaya senja masuk dari jendela. Mbo Ijah bercerita.

INTERCUT:

— Bintang kecil duduk sendirian

— rumah kosong

— air mata yang disembunyikan

Kembali ke Zena.

Matanya berkaca-kaca.


63. EXT. HALAMAN – SENJA

Langit semakin gelap.

Zena dan Bintang berjalan pelan.

ZENA

Terima kasih... sudah percaya sama aku.

Bintang menoleh. Tatapan lembut.

BINTANG

Kamu lihat aku apa adanya.

Zena tersenyum. Sedikit gemetar.

ZENA

Sekarang... kamu nggak sendiri lagi.

Bintang berhenti. Menatap Zena dalam.

BINTANG

Zen...

Beat.

BINTANG (CONT’D)

Kamu rumah buat aku.

Angin berembus pelan. Zena terdiam. Matanya berkaca—tapi tersenyum. Mereka berdiri saling menatap. Hangat. Tenang.


FADE OUT.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)