Username/Email
Kata Sandi
Alamat Email
Kata Sandi
Jenis Kelamin
FADE IN:
54. EXT. TAMAN KAMPUS – SORE
Angin sore menggerakkan daun-daun.
Zena duduk diam di bangku taman.
Tangannya saling menggenggam gelisah.
Di depannya—MAYA, VINA, ANYA.
VINA
(kalem, tapi tegas)
Kamu nggak bisa terus lari, Zen.
Zena menunduk. Ujung sepatunya menggesek tanah.
ANYA
Kamu harus berani bilang sama Bintang. Nggak bisa terus kaya gini.
ZENA
(pelan)
Ucapan aku udah nyakitin dia...
Beat.
ZENA (CONT’D)
Aku yang nyuruh dia pergi.
Maya mendekat. Duduk di samping Zena. Pelan—mengusap bahunya.
MAYA
Orang yang disakitin... bukan butuh dijauhin.
Beat.
MAYA (CONT’D)
Tapi butuh dijelasin, Zen.
Zena menatap mereka satu per satu.
ZENA
Jadi... aku harus gimana?
Vina bersandar. Menyeringai tipis.
VINA
Kita bantu.
Anya langsung menegakkan badan.
ANYA
Operasi Bintang.
Mereka bertiga saling pandang—kompak.
Zena tak bisa menahan tawa kecil di tengah tegangnya suasana.
55. INT. KANTIN KAMPUS – SIANG
Suasana ramai. Namun meja mereka terasa seperti “ruang strategi”.
Maya mengetuk meja pelan.
MAYA
Aku bisa cari info dari temennya.
VINA
Kita cari tahu dulu... dia masih peduli apa nggak.
Anya menunjuk Zena.
ANYA
Kalau iya—kamu nggak boleh mundur.
Zena menelan ludah. Gugup.
56. INT. KORIDOR KAMPUS – SIANG
Langkah cepat. Maya menghampiri Zena.
MAYA
(berbisik cepat)
Zen...
Zena menoleh.
MAYA (CONT’D)
Dia masih nyebut nama kamu.
Waktu seakan melambat.
ZENA
(hampir tak terdengar)
...nggak benci?
MAYA
Cuma kecewa.
Beat.
MAYA (CONT’D)
Dia nunggu penjelasan.
Perlahan—harapan tumbuh di wajah Zena.
57. EXT. KAFE – SORE
Lampu hangat dari dalam kafe mulai menyala.
Zena berdiri di depan pintu.
Menarik napas panjang.
Di belakangnya—Vina merapikan rambut Zena.
VINA
Ini momen kamu.
Maya menggenggam tangan Zena sebentar.
MAYA
Jangan kabur.
Anya menunjuk ke pintu.
ANYA
Masuk.
Zena mengangguk pelan.
58. INT. KAFE – SORE
Suasana hangat. Musik pelan. Zena duduk di pojok.
Jari-jarinya saling menggenggam.
Teman-temannya menjauh perlahan.
MAYA
(berbisik)
Dia bentar lagi sampai.
Pintu kafe terbuka. BINTANG masuk. Langkahnya terhenti saat melihat Zena. Tatapan mereka bertemu. Sunyi sejenak di tengah keramaian. Bintang berjalan mendekat. Lalu duduk di kursi.
BINTANG
(datar)
Ada apa?
Zena menelan ludah. Tangannya gemetar di bawah meja. Tak buru-buru menjawab.
ZENA
Aku... mau minta maaf.
Beat.
ZENA (CONT’D)
Aku salah... nyuruh kamu pergi.
Bintang duduk dengan tenang. Tangannya terlipat. Menunggu.
ZENA (CONT’D)
Aku takut.
Matanya mulai berkaca.
ZENA (CONT’D)
Takut semuanya nggak berjalan seperti yang aku harapkan.
Hening.
ZENA (CONT’D)
Dan...
Zena menutup mata sebentar. Mengumpulkan keberanian.
ZENA (CONT’D)
Aku suka sama kamu.
Beat.
ZENA (CONT’D)
Aku sayang sama kamu, Bin.
Suara kafe seakan meredam. Bintang menatapnya lama sebelum berbicara.
BINTANG
Kalau kamu suka...
Beat.
BINTANG (CONT’D)
Kenapa kamu nyuruh aku pergi?
Zena menunduk. Air mata jatuh ke punggung tangannya.
ZENA
Karena aku pengecut.
Beat.
ZENA (CONT’D)
Aku takut berharap terlalu jauh.
Bintang menarik napas panjang. Matanya melunak.
BINTANG
Aku kecewa waktu itu.
Zena menatapnya—takut.
BINTANG (CONT’D)
Tapi aku nggak bisa marah.
Beat.
BINTANG (CONT’D)
Karena aku juga suka kamu.
Air mata Zena jatuh lebih deras.
ZENA
Masih ada kesempatan?
Bintang perlahan mengulurkan tangan di atas meja.
Diam. Menunggu.
BINTANG
Kalau kamu berani...
Beat.
BINTANG (CONT’D)
Aku ikut.
Zena menyambut tangan Bintang. Saling tatap. Kemudian saling tersenyum.
59. EXT. LUAR KAFE – SORE
Di balik kaca—Tiga wajah muncul tiba-tiba. Anya menutup mulut menahan teriak.
ANYA
(berbisik)
Finally.
Maya menyikut Vina.
MAYA
Udah kuduga.
Vina menyeringai puas.
VINA
Siap-siap jadi bridesmaid.
Mereka tertawa pelan.
60. EXT. RUMAH BINTANG – SENJA
Langit jingga. Rumah besar berdiri sunyi.
Zena berdiri di samping Bintang.
BINTANG
Aku mau kenalin kamu ke seseorang.
ZENA
Siapa?
BINTANG
Orang yang paling ngerti aku.
61. INT. RUMAH – SORE
Pintu terbuka. MBO IJAH tersenyum hangat.
MBO IJAH
Ini non Zena, ya?
Zena mengangguk sopan.
MBO IJAH (CONT’D)
Den Bintang sering cerita.
Zena tersipu.
62. INT. RUANG KELUARGA – SORE
Cahaya senja masuk dari jendela. Mbo Ijah bercerita.
INTERCUT:
— Bintang kecil duduk sendirian
— rumah kosong
— air mata yang disembunyikan
Kembali ke Zena.
Matanya berkaca-kaca.
63. EXT. HALAMAN – SENJA
Langit semakin gelap.
Zena dan Bintang berjalan pelan.
ZENA
Terima kasih... sudah percaya sama aku.
Bintang menoleh. Tatapan lembut.
BINTANG
Kamu lihat aku apa adanya.
Zena tersenyum. Sedikit gemetar.
ZENA
Sekarang... kamu nggak sendiri lagi.
Bintang berhenti. Menatap Zena dalam.
BINTANG
Zen...
Beat.
BINTANG (CONT’D)
Kamu rumah buat aku.
Angin berembus pelan. Zena terdiam. Matanya berkaca—tapi tersenyum. Mereka berdiri saling menatap. Hangat. Tenang.
FADE OUT.