Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Sapaan Rindu
Suka
Favorit
Bagikan
7. Bagian tanpa judul #7

BAB 7 – Tertawa Menuju Masa Depan


FADE IN:

64. MONTAGE – HARI-HARI BERSAMA

— ZENA dan BINTANG berjalan di taman kampus. Daun berjatuhan.

— Duduk berdampingan di bangku, berbagi earphone.

— Tertawa di kafe kecil.

— Bintang menatap Zena saat ia tidak sadar.

— Jari mereka hampir bersentuhan... lalu akhirnya saling menggenggam.

65. INT. RUMAH BINTANG – SORE

Cahaya matahari masuk dari jendela. MBO IJAH menuang teh hangat.

MBO IJAH

Non Zena mau tahu nggak...

Zena duduk memperhatikan.

MBO IJAH (CONT’D)

Dulu Den Bintang itu ceria sekali.

CUTAWAY: — Bintang kecil tertawa

— berlari kecil

MBO IJAH (CONT’D)

Tapi sejak orang tuanya meninggal...

CUT: — rumah sepi

— Bintang kecil duduk diam

MBO IJAH (CONT’D)

Dia jadi banyak diam.

Beat.

MBO IJAH (CONT’D)

Dulu, den Bintang sempat tinggal sama tantenya di Bandung. Tapi memutuskan kembali ke rumah ini. Entah apa alasan dibalik keputusannya itu, si Mbo nggak tahu. Yang pasti rumah ini mengajarinya banyak hal. Terutama... tentang kehilangan.

Beat.

CUT TO: FOTO KELUARGA DI DINDING LALU KE ZENA

Tatapannya lembut.

ZENA

(pelan) Bintang itu... hebat ya, Mbo.

Mbo Ijah tersenyum.

MBO IJAH

Iya... tapi rapuh.

Beat.

MBO IJAH (CONT’D)

Si Mbo harap, Non Zena nggak akan biarin dia sendirian lagi.

Zena menoleh ke Bintang yang diam di sudut lain.

Bintang menoleh. Tersenyum.

Zena membalas senyum Bintang.

ZENA

Zena akan berusaha, Mbo!

Mbo Ijah tersenyum. Senyum penuh arti.


66. EXT. HALAMAN RUMAH – SENJA

Zena dan Bintang duduk bersebelahan.

Tidak banyak bicara.

Angin berembus.

Daun-daun berguguran.

ZENA

(pelan)

Dulu aku pikir...

senja paling indah dinikmati sendirian.

Beat.

ZENA (CONT’D)

Ternyata enggak.

Ia menatap langit senja beberapa saat. Lalu menoleh ke Bintang.

ZENA (CONT’D)

Ada orang-orang tertentu...

yang bikin suasana sesederhana apa pun jadi terasa lebih indah.

Bintang balas menoleh.

Tersenyum.

Tidak menjawab.

Hanya mendekat sedikit.

Lalu menggenggam tangan Zena.


67. INT. KAFE DEKAT KAMPUS – SIANG

Suasana hidup. Tanaman hijau di sekitar. Zena, Bintang, Vina, Anya, Maya duduk melingkar.

VINA

(nggak tahan)

Zen...

Zena menatap curiga.

VINA (CONT’D)

Rasanya gimana sih... punya pacar seganteng Bintang?

Maya dan Anya langsung tertawa.

MAYA

Kamu makin bersinar, lho.

ANYA

Fix... ini cinta beneran.

Zena menunduk, pipinya merah.

ZENA

Kalian... apaan sih.

Bintang tersenyum, santai.

BINTANG

Kalian nggak pernah capek godain dia?

ANYA

Ini momen langka!

Semua tertawa.

Beat.

Tiba-tiba—

Bintang meraih tangan Zena. Pelan.

Suasana meja langsung hening.

BINTANG

Zen...

Zena menatapnya.

Bintang mengeluarkan kotak kecil.

Membukanya.

CINCIN kecil berkilau.

Sunyi.

BINTANG (CONT’D)

Aku serius sama kamu.

Beat.

BINTANG (CONT’D)

Bukan cuma sekarang.

Zena menahan napas. Matanya berkaca.

SEKETIKA—

VINA

(setengah teriak)

WOI! KALIAN MASIH KULIAH!

Semua kaget.

ANYA

Nikah nanti dulu, woy!

MAYA

Skripsi dulu, baru cincin!

Tawa pecah.

Bintang ikut tertawa. Menutup kotak. Mengusap kepala Zena.

BINTANG

Tenang...

Beat.

BINTANG (CONT’D)

Ini cuma janji masa depan.

Zena menggenggam tangan Bintang.

ZENA

Kita punya waktu, kan?

BINTANG

(lembut)

Banyak.

Mereka saling menatap.

Hangat.


68. MONTAGE – MENUJU KELULUSAN

— Zena dan Bintang belajar bersama

— Kertas skripsi berserakan

— Mereka tertawa lelah

— Zena tertidur di meja, Bintang menyelimutinya

— Mereka berjalan sore di kampus

VO ZENA (V.O.)

Kami tumbuh bersama.

— Mereka saling menyemangati

— Menulis mimpi di buku

VO ZENA (V.O.) (CONT’D)

Pelan-pelan... menyusun masa depan.


69. EXT. KAMPUS – HARI (KELULUSAN)

Ramai. Toga. Senyum. Kamera.

Orang tua memeluk anak-anak mereka.

Zena berdiri di tengah keramaian.

Bintang di sampingnya.

Mereka saling menatap.

BINTANG

Akhirnya...

Beat.

BINTANG (CONT’D)

Kita sampai juga.

Zena mengangguk.

Matanya berkaca.

ZENA

Ini baru awal.

Mereka saling menggenggam tangan. Kuat.

Di tengah keramaian... mereka terasa tenang.

VO ZENA (V.O.)

Ini bukan akhir.

Beat.

VO ZENA (V.O.) (CONT’D)

Ini awal dari segalanya.

CLOSE ON: TANGAN MEREKA YANG SALING MENGGENGGAM.

Langit cerah di atas.

Masa depan terbuka.


FADE OUT.


---


Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)