Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
RESIGN (Script)
Suka
Favorit
Bagikan
3. #3. SAKSI KUNCI

#2. SAKSI KUNCI

1. INT.RUMAH- KAMAR- PAGI

(Tania mencoba untuk turun dari ranjang tempat tidurnya, karena bosan, apalagi setelah dokter menyatakan, kondisi kesehatan Tania membaik, serta boleh melakukan rawat jalan. Sultan (45) ayah Tania bergegas menahan Tania)

  TANIA

Ayolah Pi, Papi nggak bisa begini, anak itu, Tanya, setidaknya tolonglah dia, pihak HRD bahkan bilang kalau Tanya sudah resign, tapi kenyataannya, menurut keterangan dari Tanta, kamar mess tempat Tanya tinggal berantakan,dan banyak hal yang ganjil lainnya, Tani tahu, papi melakukan semua ini, untuk melindungi Tani,tapi posisi Tani sekarang adalah saksi kunci, Papi juga tahu soal itu semua kan?

SULTAN

(Memeluk, sembari menepuk-nepuk pundak Tania)

Hanya kamu anak papi satu-satunya Tani, Papi nggak perlu lagi perusahaan itu, bagi Papi, keluarga Papi yang utama

(memegang pundak Tania)

SULTAN (COUNT'D)

Jadi meskipun kalah soal kepemilikan perusahaan, tak masalah bagi papi, dan semua kebutuhan untuk pindah sedang mami mu urus, dan kita lupakan semua yang sudah terjadi, Papi nggak peduli. Anggapan kalau apa yang Rully lakukan adalah bentuk kudeta, terserah orang bilang apa, karena pada dasarnya, kita adalah korban disini, meskipun tanggapan orang lain, kita yang salah, jadi intinya apapun yang kita lakukan sekarang, sulit untuk menang, itulah kenyataannya.

TANIA

Jadi itu artinya, papi akan membiarkan siapa itu, si Rully, mantan anak buah kakek mengambil alih semuanya

(menghela nafas panjang)

TANIA (COUNT'D)

Pi, tapi Tanya, anak itu, bahkan tidak tahu apapun soal ini, Papi yang sengaja membuat Tanya terlibat, karena Papi tahu, Tanya adalah anak kandung Rully yang dibawa kabur mantan istrinya, dan itu sama saja papi membuat anak dan ayah saling serang dan bahkan berperang, nggak adil Pi, membalas dendam dengan cara seperti ini.

SULTAN

(Memandang wajah Tania, dengan Raut wajah sedih)

Papi tidak sedang balas dendam sayang, tapi waktu yang membantu Papi untuk membalas semua perbuatan Rully

TANYA

Rully, mantan karyawan kakek, yang selalu papi banggakan, bahkan papi sudah anggap dia seperti adik kandung sendiri, dan bahkan papi berikan perhatian lebih dari karyawan yang lain, tapi kenyataannya,di justru berkhianat, bahkan membayar orang untuk mencelakai Tani, dan bahkan sekarang merebut perusahaan yang papi rintis dari nol, dan ironisnya, bahkan memberitakan ke media massa, bahwa papi yang merebut semuanya dari dia, dan mengklaim kalau dia adalah keturunan keluarga Tantono yang sah, padahal jelas-jelas, Tantono itu nama kakek

SULTAN

(menghela nafas panjang)

Tani dengarkan papi, apa yang terjadi sekarang dengan Tanya, itu sebenarnya urusan Rully, ingat mulai sekarang, kita bukan lagi bagian dari keluarga Tantono, dan apa yang terjadi denganmu sekarang, karena kamu, tidak mau mengikuti nasehat papi

TANYA

(Menatap tajam ke arah Sultan)

SULTAN

Tani, Rully adalah pemilik perusahaan yang sah sekarang, ucapan tidak ada artinya Tani, dibandingkan kertas yang ditempel materai.

(menggenggam erat kedua tangan Tania)

SULTAN (COUNT'D)

Jadi sudah barang tentu dia tidak ingin semua asset yang ada jatuh ke tangan orang yang salah, dan mungkin sekalipun itu anak kandungnya sendiri, jika menurut dia tidak pantas, tidak akan dia berikan, karena Rully selalu beranggapan, semua yang ia lakukan karena usahanya sendiri, jadi yang tidak memiliki andil, jangan pernah mengusiknya

TANIA

Lalu bagaimana dengan Dean Tantono, siapa dia sebenarnya? Kurir yang bekerja sebelum Tanta, apa nama belakang yang ia pakai, suatu kebetulan atau dia salah satu dari keluarga Tantono juga? Soalnya dia tahu, kalau mobil Tania mengikutinya dari belakang

SULTAN

Dia anak angkat Rully, ya hanya sebagai alat saja sebenarnya, dan untuk melihat bagaimana bakat alam menurun atau tidak, sekalipun hanya keluarga diatas kertas, kita bisa lihat bagaimana nantinya Dean akan memperlakukan Tanya, apalagi kalau sampai dia tahu, Tanya adalah pewaris yang sebenarnya, bukannya Dia

TANIA

Tapi Pi, semua ini salah

(Tania memegang kedua bahu Sultan)

SULTAN

Jangan pernah salah langkah, apalagi terlibat kembali, dan jangan coba-coba kabur dari rumah, dan seharusnya kamu tidak pernah tahu soal ini

(Melepas tangan Tania dan kemudian beranjak, dan kemudian berjalan pelan meninggalkan Tania)

TANIA

(Dengan raut wajah kesal, mencoba mencari ponselnya, tapi ternyata diambil oleh Sultan)

CUT TO

2. INT.KANTOR-RUANG KERJA-PAGI

TANTA

(memasukan beberapa kotak berisi barang yang akan di antar ke dalam tas, sembari mencocokan kembali ke daftar alamat, sementara Dean (25) sibuk dengan ponselnya)

Bagaimana kabar orang tua mu Dean?

DEAN

Oh itu, mereka sudah mendingan,hmm... Tan, soal Tanya, apa kata pihak HRD?

TANTA

(Melipat kedua tangannya, mengerenyitkan dahi)

Sudah berhenti dua hari yang lalu, tapi aneh saja, kenapa resign, kok semua perabot, eh maksudnya pakaian dan segala printilan yang lain nggak dia bawa, bahkan ponselnya saja tinggal, aneh nggak menurutmu?

DEAN

(Menghela nafas panjang)

Nggah ada aneh, kalau aku rasa, tapi bukannya Tanya sudah ganti ponsel, apa dia nggak beritahu ke kamu soal itu, padahal kalian cukup akrab, bahkan aku sempat kepikiran kalian berdua itu pacaran

TANTA

Siapa yang pacaran, kamu ada-ada saja deh Dean, kita berdua cuma dekat saja, nggak lebih, jangan memulai gosip deh, tapi jujur saja, aku rasa semua yang terjadi ganjil saja

DEAN

Apanya yang ganjil,kamu sendiri yang bilang kalau Tanya itu tipe cewek jorok,kamar kalau nggak berantakan,bukan kamarnya Tanya, pokoknya sembrono, jadi kalau dia pergi tanpa mengemasi semua barang-barangnya,aku rasa itu bukan sesuatu yang aneh, atau dia belum lama ini ada menghubungi mu? Memberitahukan tentang kondisinya saat ini

TANTA

Beberapa hari yang lalu dia sempat menelepon,tapi hanya bilang halo,aku jadi khawatir, takutnya, itu anak kenapa-kenapa, memangnya kamu nggak khawatir dengan kondisi Tanya, soalnya kalau dilihat-lihat,kamu yang biasanya lebih perhatian ke Tanya

DEAN

Perhatian sebagai sesama karyawan, itu saja, nggak lebih. Sudah beres sepertinya barang yang mau kamu antar? Aku dapat shift siang hari ini, ngantuk sebenarnya, tapi mau bagaimana lagi

TANTA

Tumben ya, pihak perusahaan belum mencari customer service baru, soalnya nggak mungkin juga kita terus-terusan rangkap, paham kalau ini perusahaan ekspedisi baru, tapi nggak gini juga kali,harus minta naik gaji kalau begini terus

(Memegang dagunya, sembari mengerenyitkan dahi)

TANTA (COUNT'D)

Eh... Ngomong-ngomong kamu tahu nggak sih, soal aktivitas pekerja gudang sortir, secara kita kan bagian antar mengantar nih,tahunya barang datang saja, dan udah di pack didalam karung,dan cek alamat, lalu antar, intinya penasaran saja sih sebenarnya, secara perusahaan baru,tapi kok kayak sudah banyak pelanggan gitu

DEAN

(wajah kaget dan salah tingkah)

Masak sih, kamu nggak salah lihat kan? Atau itu aktivitas mahluk penunggu kantor ini, secara ini kantor kan, dulunya bekas pabrik gula, dan konon katanya ada yang meninggal,ketiban karung gula, tepatnya di gudang sortir

TANTA

Apa ia hantu bisa bawa mobil, mana semua mobil lagi yang dioperasikan,aneh nggak tuh

DEAN

Sudah ah,jangan dipikirkan, kita disini untuk bekerja, bukan untuk usil dengan urusan yang lain, kamu nggak mau di pecat kan?

TANTA

Ya... Nggak lah, masih banyak tanggungan pinjaman, kalau aku sampai di pecat,pakai apa aku membayar semuanya, sudah ya, aku berangkat dulu, hati-hati, nanti penunggu gudang sortir muncul tiba-tiba

(Mengangkat kedua tangannya, meniru berbagai gerakan hantu, seperti yang ada di televisi)

DEAN

(tersenyum tipis, beranjak dari tempat duduknya, sembari memandang Tanta yang sedang menyalakan sepeda motornya)

Aku tidak menyangka kalau kamu akan menyadari semuanya secepat itu

FADE OUT

Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Tidak ada komentar