Username/Email
Kata Sandi
Alamat Email
Kata Sandi
Jenis Kelamin
56. INT. KAMAR HOTEL — DAY
Ranti dan Beni duduk di atas ranjang dengan tubuh setengah telanjang. Mereka baru selesai bercinta. Keduanya menghisap rokok bergantian. Pandangan mereka kosong ke depan. Beni menoleh ke Ranti yang tampak murung.
BENI
RANTI
BENI
Ranti tarik nafas sebentar. Terlihat wajahnya diliputi gundah.
RANTI
Ganti Beni yang tarik nafas dalam. Seperti ada beban dirasakan.
BENI
RANTI
BENI
RANTI
Beni tercenung kelu.
BENI
RANTI
BENI
RANTI
Ranti berhenti sejenak. Menghirup rokoknya.
RANTI (CONT'D)
BENI
Ranti tertawa sengau cenderung geli. Sampai air matanya menetes. Ranti mengusapnya.
RANTI
Beni memandang Ranti iba. Ranti tak menyadarinya.
Ranti lalu bangkit dari tempatnya dan berpakaian.
BENI
RANTI
BENI
(agak ragu)
Ranti sejenak tertegun. Suasana berubah canggung dan kaku. Ranti berusaha tersenyum.
RANTI
BENI
RANTI
Ranti lalu berbalik dan pergi. Diam-diam Ranti menahan perasaannya. Matanya berkaca-kaca.
DISSOLVE TO:
57. EXT. ESTABLISHED — NIGHT
Pemandangan kota Jakarta di malam hari dengan gedung gedung tinggi berhias lampu warna warna. (Drone shot/high angle)
CUT TO:
58. INT. RUMAH RESTU — NIGHT
Fatia baru pulang hendak menuju kamarnya di lantai atas. Restu yang duduk di ruang tengah memanggilnya.
RESTU
Fatia berhenti melangkah dan berbalik. Wajahnya tampak masam karena masih menyimpan marah pada ayahnya. Restu bangkit dan menghampirinya.
RESTU
Fatia masih diam.
RESTU
Fatia masih diam tapi dengan ekspresi sendu.
RESTU
FATIA
RESTU
Fatia pun tersenyum. Dia lalu memeluk Restu senang.
FATIA
Restu mengangguk. Rosa yang berdiri di sana ikut tersenyum senang.
CUT TO:
59. INT. RUMAH KONTRAKAN RANTI — NIGHT
Ranti pulang dan mendapati Ardan sudah ada di rumah. Ardan tampak ceria.
RANTI
ARDAN
RANTI
Ranti meletakkan tasnya dan duduk di sofa. Ardan ikut duduk di sebelah Ranti.
ARDAN
RANTI
ARDAN
RANTI
(heran)
ARDAN
Ranti menatap adiknya seksama.
RANTI
Ardan tertunduk sedih.
ARDAN
(lirih)
RANTI
ARDAN
RANTI
Ardan tak bicara lagi. Ranti merangkul adiknya. Matanya berkaca-kaca.
FADE OUT:
60. EXT. JALANAN — NEXT NIGHT
Kita lihat Ardan berjalan sendirian di trotoar. Ardan memakai jaket tebal. Tanpa dia sadari dua anak buah Johni mengikuti dari jarak jauh.
DISSOLVE TO FLASHBACK:
61. INT. MARKAS JOHNI — NIGHT
Sebelumnya di markas Johni...
Johni berdiri di hadapan Ardan yang sedang dipersiapkan mengantarkan paket sabu sebanyak satu kilogram. Dua anak buah Johni membantu memasangkan paket shabu dalam bungkus plastik dililitkan pada badan Ardan. Setelah itu Ardan dipakaikan jaket.
JOHNI
ARDAN
JOHNI
Ardan mengangguk sambil meneguk ludah. Johni menepuk pundak Ardan.
ARDAN
Johni mengangguk. Ardan lalu pergi. Setelah Ardan pergi, Johni menoleh ke dua anak buahnya sambil memberi isyarat dengan gerakan kepala untuk menyusul Ardan. Keduanya mengangguk lalu pergi.
CUT TO:
62. EXT. JALAN SEPI — NIGHT
Roni ditemani Gery dan Iyan menunggu dengan gelisah di dekat mobil. Roni melihat ke ujung jalan. Tapi Ardan yang ditunggu belum juga muncul.
CUT TO:
63. EXT. JALANAN — NIGHT
Ardan masih terus berjalan menuju ke tempat pertemuan dengan Roni Cs. Ardan melewati jalanan yang ramai.
CUT TO:
64. INT. KLAB MALAM — NIGHT
Suasana klab malam yang ramai oleh pengunjung. Suara musik yang menghentak hentak. Orang-orang menari mengikuti irama musik dinamis. Terlihat Ranti menghampiri meja bar menemui seorang laki-laki setengah baya. Mereka bersalaman dan ngobrol. (mute)
CUT TO:
65. INT. RESTORAN MEWAH — NIGHT
Restu, Rosa, Fatia dan Beni duduk di salah satu meja sedang makan malam. Suasana tampak akrab dan ceria. Restu tampaknya sudah merestui hubungan Fatia dengan Beni. Tampak wajah Fatia berseri-seri. Tangannya memegang tangan Beni yang duduk di sampingnya. Sementara Beni berusaha tersenyum senang meskipun matanya sesekali melirik ke Restu dengan sorot penasaran. Restu tidak sadar diperhatikan Beni. Wajahnya memperlihatkan rasa senang yang tulus. Mereka bercakap cakap. (Suara disamarkan/mute).
CUT TO:
66. EXT. JALANAN SISI LAIN — NIGHT
Ardan masih terus berjalan. Kali ini melewati jalan sepi. Tanpa dia sadari ada seseorang mengawasi dari kegelapan. POV SESEORANG: Ardan berjalan di sisi lain dan tiba-tiba berhenti.
Ardan merasa ada seseorang mengikutinya. Ardan menengok ke sekitar. Tidak ada siapa-siapa. Ardan meneruskan jalan. Tiba-tiba ada seseorang memukulnya dari belakang dengan sepotong kayu. Ardan tersungkur. Ardan sempat menggeliat membalikkan badan. Tapi pandangan matanya kabur.
POV ARDAN: Seorang pria tidak jelas sosoknya berdiri di hadapannya sebelum kemudian berubah gelap.
DISSOLVE TO: