Username/Email
Kata Sandi
Alamat Email
Kata Sandi
Jenis Kelamin
45. EXT. RUMAH KONTRAKAN RANTI — DAY
ESTABLISHED: Pemandangan langit pagi di atas kota Jakarta.
Ranti sudah rapi sambil bawa tas cangklong keluar dari kontrakan. Siap pergi. Tapi langkahnya tertahan karena di hadapannya berdiri sosok laki-laki berumur dan rambut sudah ubanan. Jarot berdiri di sana menatap Ranti dengan sorot mata sayu.
JAROT
(lirih)
Ranti mengatupkan geraham geram. Matanya menatap penuh rasa kebencian pada ayahnya.
RANTI
JAROT
RANTI
JAROT
RANTI
JAROT
RANTI
Jarot tertunduk sedih. Hela napas berat. Lalu melangkah pergi dengan lesu.
Ranti masih berdiri terpaku di tempatnya. Berusaha menahan air matanya jatuh.
CUT TO:
46. INT. RUMAH RESTU — DAY
Fatia sudah rapi keluar dari kamarnya hendak pergi. Tapi Restu yang juga sudah rapi dengan kemeja kantor menahannya.
RESTU
FATIA
RESTU
FATIA
RESTU
FATIA
Perdebatan antara Fatia dan Restu memancing Rosa mendekat.
ROSA
RESTU
ROSA
RESTU
FATIA
RESTU
Kurang ajar!
Restu marah dan mau menampar Fatia, tapi Rosa menahannya.
ROSA
Restu menurunkan tangannya sambil narik nafas dalam.
FATIA
(teriak histeris)
ROSA
Fatia menatap Restu dan Rosa bergantian dengan ekspresi benci.
FATIA
Fatia lalu bergegas pergi. Restu dan Rosa hanya terdiam tak berusaha mencegah.
CUT TO:
47. EXT. JALAN GANG — DAY
Ardan berjalan menyusuri jalan gang kampung yang padat perumahan. Suasana gang ramai lalu lalang orang dan pedagang makanan. Kaum ibu asyik ngobrol dan anak-anak kecil bermain di tengah gang.
CUT TO:
48. EXT. JALAN RAYA — DAY
Ranti menyeberang jalan raya menuju shelter bus. Setiba di tujuan Ranti berdiri di shelter bersama beberapa orang yang menunggu bus.
Mobil Restu lewat dan Ranti melihatnya. Saat itu Restu bersama Rosa duduk di jok belakang. Tapi Ranti tidak melihat jelas Rosa, hanya sekilas rambutnya karena Rosa pas menengok ke arah lain. Restu tidak melihat Ranti.
Bus akhirnya datang dan Ranti naik ke dalam bus.
CUT TO:
49. EXT/INT. JALAN RAYA. MOBIL RESTU — DAY
Di dalam mobil, jok belakang, Restu dan Rosa duduk berdampingan. Wajah Restu tampak masam.
RESTU
ROSA
RESTU
ROSA
Restu hela napas berat.
ROSA
Suara Rosa bergetar dan matanya berkaca-kaca. Restu merasa bersalah dan akhirnya mengangguk.
CUT TO:
50. EXT. JALANAN — DAY
Ardan baru saja menjual paket shabu ke dua orang prmuda di sudut jalan. Selesai bertransaksi, Ardan bergegas pergi. Saat menyeberang jalan, tiba-tiba sebuah mobil hampir menabraknya. Ardan masih berdiri di depan mobil itu dengan wajah pucat dan badan gemetar. Kepalanya bergerak-gerak.
Di dalam mobil terlihat Roni dan dua temannya. Roni yang pegang kemudi tertawa melihat ekspresi Ardan yang ketakutan.
RONI
Ardan tampak ragu-ragu. Roni menongolkan kepalanya di jendela mobil.
RONI
Ardan akhirnya menurut. Masuk ke mobil di jok belakang. Roni langsung tancap gas. Mobil milik ibunya melaju kencang.
CUT TO:
51. EXT/INT. JALANAN. MOBIL RESTU — DAY
Kembali ke Rosa dan Restu di dalam mobil.
ROSA
Restu tampak jengah.
RESTU
ROSA
RESTU
(ke sopir)
SOPIR
CUT TO:
52. EXT. JALANAN. MOBIL RONI — DAY
Sementara itu mobil Ardan melaju di jalan sisi lain. Ardan dan kedua temannya mempengaruhi Ardan.
RONI
ARDAN
RONI
Ardan tidak menjawab. Roni lalu mengedipkan mata ke Gery yang duduk di sampingnya.
GERY
ARDAN
RONI
ARDAN
RONI
ARDAN
RONI
YANDI
Ardan diam tercenung. Roni dan kedua temannya saling senyum.
CUT TO:
53. EXT. HOTEL — DAY
Ranti berjalan memasuki halaman hotel bintang lima. Ranti langsung masuk ke dalam bangunan hotel.
CUT TO:
54. INT. MARKAS JOHNI — DAY
Johni duduk di balik meja. Di dekatnya dua anak buahnya berdiri. Ardan masuk menemui Johni.
JOHNI
ARDAN
JOHNI
ARDAN
JOHNI
ARDAN
JOHNI
Ardan lalu ambil hape dan menelepon Roni.
ARDAN
Ardan lalu serahkan hapenya ke Johni.
Selanjutnya adegan percakapan lewat telepon bergantian. (CUT TO CUT)
PARALEL/INTERCUT TO:
55. EXT. PARKIRAN KAMPUS — DAY
Mobil Roni parkir di areal kampus. Gery dan Iyan berdiri bersandar pada badan mobil. Sementara Roni sedang berteleponan dengan Johni.
RONI
JOHNI
RONI
JOHNI
RONI
Selanjutnya percakapan tidak diperdengarkan. (Mute)
Roni selesai berteleponan. Wajahnya tampak sumringah.
RONI
Roni lalu bertos dengan kedua temannya.
CUT TO: