Username/Email
Kata Sandi
Alamat Email
Kata Sandi
Jenis Kelamin
29. INT. KAFE — DAY
Ranti sendirian duduk di salah satu meja asyik main ponsel. Tiba-tiba panggilan masuk dari Restu.
RANTI
PARALEL CUT:
30. INT. KANTOR RESTU — DAY
Restu berdiri di dekat meja kerjanya menelepon Ranti.
RESTU
Selanjutnya cut to cut antara Ranti dan Restu.
RANTI
RESTU
RANTI
RESTU
RANTI
Ranti mematikan ponselnya.
INTERCUT TO:
31. INT. KAFE — DAY
Dari pintu kafe masuk Fatia bersama Beni. Sambil berjalan tangan Fatia menggelayut manja di lengan Beni. Bersamaan Ranti hendak berjalan keluar. Ranti bertabrakan dengan Fatia.
RANTI
Fatia melotot marah ke Ranti.
FATIA
Ranti melirik ke Beni, tapi Beni membuang muka pura-pura tak kenal.
RANTI
FATIA
RANTI
(Tersinggung)
FATIA
Ranti gusar mau nampar mulut Fatia tapi ditahannya.
Beni coba menenangkan Fatia dengan menarik tangan Fatia agar pergi. Tapi Fatia bertahan.
BENI
FATIA
Beni memohon ke Ranti dengan isyarat matanya.
BENI
Ranti mendengus pendek. Dia lalu mendekat ke Fatia dan bicara setengah berbisik.
RANTI
Ranti lalu melenggang pergi. Fatia kesal dan mau membalas, tapi keburu ditarik Beni pergi.
BENI
Fatia akhirnya mengikuti Beni. Tapi sesekali matanya menengok ke arah kepergian Ranti dengan ekspresi kesal.
CUT TO:
32. INT. KAMAR HOTE — DAY
Sebuah kamar hotel kelas mewah. Restu dengan pakai piyama berdiri di depan jendela kaca memandang ke luar. Tangan kanannya memegang segelas wine.
Masuk Ranti dengan pakaian casual sambil bawa tas ransel kecil. Restu berbalik.
RESTU
RANTI
RESTU
Restu menarik tangan Ranti dan hendak menciumnya, tapi Ranti mengelak.
RANTI
Restu melepaskan dan membaringkan tubuh di ranjang.
Ranti meletakkan tas di atas meja. Diam-diam dia meletakkan ponselnya dalam posisi tegak bersandar di tas. Ranti menyalakan video kamera. Ranti lalu berjalan perlahan menghampiri Restu.
INSERT LAYAR HP RANTI: Terlihat Ranti berdiri di depan Restu yang terbaring di ranjang. Ranti mulai melepas bajunya satu persatu hingga telanjang. Restu tersenyum melihat Ranti.
Selanjutnya adegan bercinta mereka disamarkan. (BLUR)
CUT TO
33. INT. KANTOR JOHNI — DAY
Johni duduk di belakang meja kerjanya sedang merokok cerutu. Masuk karyawan pria membawa surat dan menyerahkan ke Johni.
KARYAWAN
Johni menerima surat itu dan membacanya sejenak. Wajahnya berubah gusar.
JOHNI
KARYAWAN
JOHNI
Si Karyawan mengangguk lalu berjalan keluar.
Johni mengangkat ponselnya dan mendial sebuah nomer. (Selanjutnya percakapan telpon dua arah/cut to cut)
PARALEL CUT:
34. INT. KAMAR HOTEL — DAY
Ponsel Restu yang tergeletak di atas meja samping ranjang berdering. Restu yang sedang asyik bercinta dengan Ranti mendesah kesal. Restu turun dan meraih ponselnya. Ranti duduk baring ambil rokok dan menyulutnya.
RESTU
JOHNI
(kesal)
RESTU
JOHNI
RESTU
Restu menutup telpon sambil mendesah berat.
RANTI
RESTU
Restu ambil rokok dari tangan Ranti dan menghisapnya.
RANTI
RESTU
(menghembuskan asap rokok)
Ranti bangkit dari ranjang mengenakan baju.
RANTI
RESTU
RANTI
RESTU
RANTI
RESTU
Restu menekankan kalimatnya terakhir bernada ancaman.
Ranti pura-pura mengangguk menyembunyikan keresahan.
RANTI
RESTU
RANTI
Ranti beranjak keluar. Restu masih duduk di atas ranjang menghabiskan rokoknya.
CUT TO:
35. INT. RUMAH RESTU. KAMAR RONI — DAY
Roni rebahan di kasur sedang main judi slot di ponselnya. Dia mengumpat kesal karena kalah lagi.
RONI
Roni hendak deposit dana tapi mbanking miliknya saldo minim. INSERT LAYAR HP: Saldo rekening tinggal 50 ribu rupiah. Lalu cek kartu kredit terblokir.
RONI
(mendesah kesal)
Roni bangkit dan melangkah keluar kamar.
INTERCUT TO:
36. INT. RUMAH RESTU — DAY
Roni keluar dari kamarnya sambil teriak memanggil ibunya.
RONI
Rosa muncul dari kamarnya.
ROSA
RONI
(bete kesal)
ROSA
RONI
Rosa lalu angkat ponselnya menelpon Restu. Telpon satu arah.
ROSA
RESTU (O.S.)
ROSA
Telpon dimatikan Restu sepihak. Rosa hela napas.
ROSA
RONI
ROSA
RONI
ROSA
RONI
Roni tersenyum penuh arti.
DISSOLVE TO:
37. ESTABLISHED — NIGHT
Pemandangan kota Jakarta di malam hari dengan gedung gedung tinggi dan jalanan dihiasi lampu menyala di tiap sudut.
CUT TO:
38. INT. APARTEMEN — NIGHT
Roni dan dua temannya sedang duduk santai di sofa. Di atas meja dipenuhi makanan dan minuman. Terdengar suara ketukan pintu.
RONI
Geri beranjak dan berjalan menuju pintu. Sejenak dia mengintip lewat lubang kaca di pintu. BIG CLOSE UP: Tampak Ardan berdiri di depan pintu.
GERI
RONI
Geri membuka pintu. Geri memberi gesture agar Ardan masuk. Ardan melangkah masuk dengan agak ragu. Geri menutup pintu. Mereka berjalan menemui Roni.
RONI
ARDAN
Roni menoleh ke teman-temannya lalu tertawa terbahak-bahak. Ardan terdiam sambil menggerak gerakan kepalanya.
Roni bangkit dan merangkul Ardan.
RONI
Roni lalu menekan tangannya ke leher Ardan seperti orang mencekik. Ardan sesak nafas dan mencoba melepaskan pitingan Roni. Sementara kedua teman Roni malah tertawa.
ARDAN
(tergagap)
Roni melepaskan tangannya lalu melemparkan lembaran uang kertas ratusan ribu ke muka Ardan hingga jatuh berserakan di lantai.
Ardan merogoh saku celananya lalu serahkan plastik kecil berisi shabu. Roni menghempaskan badannya di sofa, mulai membuka bungkusan itu.
Sementara Ardan memunguti uang yang berserakan di lantai. Roni iseng melempari Ardan dengan kulit kacang.
RONI
Roni tertawa diikuti teman-temannya. Ardan tak peduli dan buru-buru pergi.
CUT TO: