Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
E = mc2
Suka
Favorit
Bagikan
16. DONOR ENERGI
Skrip ini masih diperiksa oleh kurator

BAB 16. DONOR ENERGI

CUT TO:

77. PERTIGAAN JALAN — SIANG

Cast: ASRI

Dengan kepala terhimpit di ketiak, BADAN ASRI berjalan sampai pertigaan jalan. KEPALA ASRI menggerakkan bibir saat bicara, sedangkan BADAN ASRI hanya terdengar suara saja (VO:)

 

KEPALA ASRI
Sekarang kita ke mana?
BADAN ASRI (VO:)
Kiri
KEPALA ASRI
Bukannya kanan? Tadi waktu aku nguntit van, mereka belok kiri. Berarti kalo arah baliknya, kita harus ke kanan.
BADAN ASRI (VO:)
Tanya Mang ojek aja?
KEPALA ASRI
Dalam kondisi kayak ini? Pingsan Mang ojeknya.
BADAN ASRI (VO:)
Terus kita keluar dari daerah ini gimana? Energi kita terbatas. Teleporter dan kendaraan Xaqa yang lain diambil Juzu.
Kita jalan kaki sampai Jakarta?
KEPALA ASRI
Tadi Sande bilang mau jemput. Coba cek dalam sepatu, masih nyala trackernya?

 

BADAN ASRI membungkuk, tangannya memeriksa sepatu, tracker masih menyala berkelip. Mata pada KEPALA ASRI melihat kelipan tracker.

 

KEPALA ASRI
Masih nyala.
BADAN ASRI (VO:)
Kamu telepati-an lagi gih sama Sande. Tadi di van, kan udah lancar.
KEPALA ASRI
Dari tadi dah nyoba telepati ke Sande.
Rasa-rasanya Sande lagi panik, gak tenang, atau kebanyakan pikiran, jadi susah tembusnya.
Kita musti nyari warung atau pangkalan ojek, pinjem hape mereka buat telpon Sande, Bimo atau Nanang. Minta cepetan jemputnya.


BADAN ASRI (VO:)
Dalam kondisi kita terpisah kayak gini? Pingsan semua mereka.

CUT TO:

78. EXT. PANGKALAN OJEK — SORE

Cast: ASRI, SANDE, OJEK/EXTRA

BADAN ASRI meletakkan kepalanya diatas leher, kemudian merapatkan hoodie kausnya. Satu tangan ASRI memegani kepala, satu tangan lagi merogoh kantong celana yang basah. (CU) tangan ASRI terbuka, tampak uang recehan.

(INSERT FLASHBACK:) SCENE 73 

Ponsel dan dompetnya diambil PREMAN 2 dan 3.

(BACK TO PRESENT:)


(INSERT MONTAGES:)

1.ASRI terus berjalan sampai ke pangkalan ojek, dengan satu tangan selalu memegangi kepala.

2. ASRI pinjam ponsel Mang Ojek dan memberikan uang receh.

3. ASRI menghubungi ponsel SANDE.

(END OF MONTAGES:)


ASRI
Sande, tolong telpon balik ke nomer ini. Aku pinjem hape Mang Ojek. Aku cuma punya recehan. Gak enak kelamaan pinjamnya.

 ASRI lalu mematikan ponsel pinjamannya. Sebentar kemudian terdengar ponsel bordering.

ASRI
Sande, aku di dekat telaga. Tepatnya? Sebentar…

ASRI memberikan ponsel ke Mang Ojek.

ASRI
Punten Mang, daerah sini namanya apa, yah? Tolong jelasin ke temen saya ini jalan masuk ke sini. Juga nama telaga dan lokasi pangkalan ojek ini.
Nuhun, Mang.

Mang OJEK mengambil telpon dan menjelaskan ke SANDE (AUDIBLE:)

(AUDIO:) Lagu Senja Demi Senja - Koes Plus.

CUT TO:

79. INT. MOBIL SANDE — MALAM

Cast: ASRI, SANDE, NANANG, BIMO.

(AUDIO:) Lagu Telaga Sunyi - Koes Plus.

Gelap gulita di luar mobil. NANANG mengemudi, SANDE duduk di sebelahnya. ASRI dan BIMO duduk di belakang. ASRI tetap memegangi kepalanya.

BIMO
Dingin ya, Bu Asri? Sampe kepalanya dipegangin dan ditutupin hoodie terus.
ASRI
Takut lepas, Bim.


NANANG melirik dari spion. SANDE menoleh ke belakang.

SANDE
Apanya yang lepas?
ASRI
Janji ya Gaes, jangan kaget dan teriak.
SANDE
Ya.


Lalu ASRI membuka hoodie dan kepalanya menggelinding ke pangkuannya. Seketika (CU:) melotot dan pucat pasi BIMO. SANDE berteriak histeris. NANANG menginjak rem (SFX:) suara ban berdecit. Lalu NANANG buru-buru menepikan mobil dan keluar.

CUT TO:

80. EXT. PINGGIR JALAN — MALAM

Cast: NANANG, SANDE, ASRI, BIMO

(AUDIO:) Lagu Malam Jang Sepi - Koes Plus.

Suasana sepi sunyi, tak ada orang ataupun kendaraan lewat. Hanya mobil SANDE terparkir di pinggir jalan. Gelap gulita tak ada lampu jalan, hanya lampu dari mobil SANDE tetap menyala.

NANANG
Anying sia! 

 

SANDE histeris, segera keluar mobil, (CU:) wajah SANDE ketakutan.

BIMO terpaku di tempatnya, menunjuk-nunjuk kepala dan leher ASRI bergantian.

(CU:) Kepala di pangkuan ASRI tersenyum pada BIMO. Baru sadar BIMO, berteriak dan panik keluar mobil.

ASRI tetap tenang, ikut keluar mobil, sambil menjepit kepalanya di ketiak.

KEPALA ASRI
Jangan takutlah, cuma lepas aja kepalaku.


NANANG dan SANDE menjauh dari ASRI

BIMO (terbata-bata)
Tolong pakai lagi hoodie nya, Bu Asri. Tolong pegangin kepalanya.


ASRI menempelkan lagi kepalanya, menutupnya dengan hoodie, dan memeganginya.

ASRI
Nih, udah kutaruh ditempatnya lagi. Jangan takut ya Gaes. Aku tetap Asri yang kalian kenal. Penculik Sande memenggal kepalaku, atas suruhan Juzu.
NANANG
Juzu pacarmu?
ASRI
Ya. Panjang ceritanya.
SANDE
Rasanya aku nyimpan lakban atau duck tape di bagasi, buat jaga-jaga. Untuk sementara kita lekatkan kepalamu pake lakban.


SANDE membuka kap bagasi, mengambil lakban. ASRI membuka hoodie dan memegangi kepalanya. SANDE melakban leher dan kepala ASRI, berkali-kali hingga kepalanya tak lepas lagi.

NANANG dan BIMO menyalakan senter ponsel untuk menerangi. Setelah kepala ASRI melekat pada leher, BIMO mengarahkan senter ponsel ke kaki ASRI.

ASRI
Aku bukan demit, Bim. Kakiku napak. Badan manusia ini pelindungku di Bumi.
Nanang tahu, aku entitas Xaqa, bukan siluman.


SANDE memeluk ASRI sambil (CU:) meraba punggungnya.

ASRI
Berani juga kamu ngecek punggungku, San? Kalo bolong, pingsan kamu.

SANDE tertawa.

NANANG
Periksa juga ubun-ubunnya, San. Nancep paku gak?


Setelah ketakutan mereka bertiga sirna, mereka berempat kembali masuk mobil. Lalu mereka terkesima melihat kerlap-kerlip cahaya berkilauan di luar, seperti ribuan kunang-kunang.


ASRI
Gaes, jangan heran dan takut ya, mereka ini entitas Xaqa, bukan kunang-kunang.


ASRI membuka kaca jendela dan menyapa kerlipan cahaya.

ASRI
Kalian disuruh Juzu ngikutin aku?


EXTRA 1(OS)
Nasib kami sama denganmu, Asri. Badan manusia kami dimusnahkan. Entitas kami dicerai-beraikan, kami hanya bisa melayang di Bumi, gak bisa balik ke Moya.
Seluruh peralatan kami dihancurkan pula. Kami sulit menyerap energi prana lagi. Terpaksa kami harus nempel ke badan manusia, berharap kebagian residu energinya. 


ASRI
Berapa banyak entitas Xaqa yang dihukum di Bumi?
EXTRA 2(OS)
Yang mengikutimu ini ada sekitar lima puluhan.
ASRI
Aku menyimpan cadangan energi prana di ruko. Mudah-mudahan cukup untuk memulihkan kalian semua. Sebentar, aku minta izin teman-temanku ini, supaya kalian dibolehin ikut.


ASRI menoleh bergantian ke BIMO, SANDE dan ke spion NANANG.

ASRI
Gaes, kerlipan cahaya ini Entitas Xaqa yang sudah lama menderita di Bumi. Aku harus menyembuhkan mereka. Boleh ya, mereka nebeng sampe ruko?

NANANG dan SANDE berpandangan. BIMO langsung mengangguk, tak keberatan.

NANANG
Hayulah masuk, asal jangan nutupin kaca depan dan belakang. 


Lalu kerlip entitas Xaqa memasuki mobil SANDE. NANANG menginjak gas, ngebut membelah pekat malam. Dari luar, mobil SANDE tampak bersinar terang.

CUT TO:

81. INT. UNIT HUNIAN ASRI — MALAM

Cast: ASRI, SANDE, NANANG, BIMO, RAO, DARYA, EXTRAS

(AUDIO:) Lagu Malam Ini - Koes Plus

ASRI membuka pintu unitnya, gelap. Ikut menerobos masuk kerlap-kerlip Entitas Xaqa. Mereka seperti berebutan masuknya. Seketika ruang unit ASRI terang benderang. SANDE, NANANG dan BIMO berjalan hati-hati di belakang ASRI.

ASRI mengambil ampul-ampul energi simpanannya dari kamar. Lalu dipasangnya alat semprot pada satu ujung ampul.

ASRI
Xaqa, tolong antri, kubagikan secukup energi ini buat kalian semua.


Kerlip Entitas Xaqa tampak berbaris mengular di depan ASRI. Semprotan pertama di mulai. Kerlip entitas paling depan berubah menjadi cahaya hologram berbentuk persegi panjang dan berdiri. Kerlip entitas kedua berubah menjadi cahaya hologram bentuk silinder seperti pipa. ASRI terus menerus menyemprot energi ke seluruh kerlip entitas. Muncul berbagai bentuk geometris, juga bentuk tak beraturan seperti awan.

Ampul energi simpanan ASRI kian menipis. Saking sibuk menyemprot, ASRI lupa mengasup untuk dirinya sendiri. Dan masih ada sekitar sepuluh kerlip entitas yang belum disemprot. Total jumlah mereka malam itu ternyata mendekati tiga ratus entitas. BIMO terlihat menghitung mereka.   

NANANG berinisiatif menyumbang energi prananya. Lalu SANDE dan BIMO juga siap diserap. BIMO menelpon RAO, memintanya datang bersama DARYA.

ASRI
Terharu aku, Gaes. Inilah sumbangan lima manusia Bumi pertama, yang secara sadar berbagi energy, untuk makhluk luar angkasa.

(SFX:) suara dengung entitas Xaqa.

ASRI
Gaes, atas nama Xaqa, aku, kami mengucapkan banyak terima kasih.|


Selesai diserap energi prananya, Bimo berinisiatif.

BIMO
Kalau energi kami ini masih kurang, kalian tunggu di sini. Aku dan RAO nyadap residu energi ke Blok M. Rame orang makan malam dan kulineran di sana, pasti berlebih residu energinya.
NANANG
Aku tunggu orang bubaran bioskop.


Mata ASRI berkaca-kaca.

ASRI
Terima kasih, Gaes.


(AUDIO:) Lagu Demi Kasih Sayangnya – Koes Plus. 

FADE OUT:





 


Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Tidak ada komentar