Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
3:17: Jangkar Terakhir
Suka
Favorit
Bagikan
13. Loka Sunya
Skrip ini masih diperiksa oleh kurator

LILY

(tegas meski menangis)

Aku akan ingat. Selamanya.


Melangkah lebih dekat—menatap mata Raka langsung.


LILY

(berbisik)

Sekarang pergi dan KEMBALI. Aku tunggu. 60 detik. Jangan lebih.


Raka mengangguk.


Berbalik menghadapi KEGELAPAN yang terbuka di belakang Wiryo

seperti lubang hitam vertikal—portal ke dimensi lain.


PINTU KE LOKA SUNYA.


Berbentuk seperti retak di udara—tepi berpendar ungu gelap. Di

dalam—kegelapan total.


Raka menarik napas terakhir di dunia nyata.


Melangkah maju—masuk ke dalam kegelapan.


LOKA SUNYA - VOID - DIMENSI ANTARA HIDUP DAN MATI


Transition brutal—seperti jatuh dari gedung tinggi tapi tidak

pernah mendarat.


Lalu STOP.


Bukan tempat. Bukan waktu. Bukan dimensi yang bisa dijelaskan

dengan fisika.


DIMENSI ANTARA HIDUP DAN MATI.


Raka berdiri di ENDLESS VOID.


Tidak ada lantai tapi tidak jatuh—seperti berdiri di atas air

hitam yang infinite.

Tidak ada langit tapi ada cahaya aneh—ungu tua, hijau fosfor,

warna yang tidak punya nama di dunia manusia. Warna yang membuat

mata sakit.


Tidak ada suara tapi ada DENTUMAN jantung raksasa dari kejauhan—

atau mungkin dari dalam.


Di belakang:


PINTU DIMENSI—massive, tinggi 10 meter, terbuat dari material

yang bergerak seperti cairan tapi solid saat disentuh.


Ancient runes bersinar redup di permukaannya—bahasa yang lebih

tua dari peradaban manusia. Bahasa yang membuat kepala sakit

kalau dibaca.


Pintu setengah terbuka—celah selebar 1 meter.


Di balik celah itu:


HUNGRY DARKNESS yang bergerak.


Ribuan mata yang membuka dan menutup. Ribuan mulut yang

mengunyah udara. SANDE KALA dalam bentuk aslinya.


Menunggu. Lapar. Sangat lapar.


Raka merasakan WEIGHT infinite menekan dari semua arah—harus

memegang pintu tetap tertutup dengan kekuatan mental murni.


Seperti mengangkat gunung dengan pikiran.


RADEN WIRYO

(muncul di samping,

suara bergema di void)

Tahan, Nak. 60 detik. Kau bisa. Aku tahu kau bisa.


Wiryo berdiri di samping—transparan seperti hologram yang rusak.

RADEN WIRYO

Fokus pada dunia nyata. Fokus pada Lily. Fokus pada alasan kamu harus kembali.


Raka mengangguk—mencoba fokus.


Tapi LOKA SUNYA mulai bekerja—menarik ingatan, memelintir

kenyataan, menciptakan ilusi.


VISI muncul di sekitar seperti proyeksi holografik 3D—nyata,

bisa disentuh:


VISI 1 - AYAHNYA BUDI:

Budi (40, wajah hangat, senyum lembut) berdiri 5 meter dari

Raka—hidup seperti dulu.


BUDI (VISI)

(mengulurkan tangan)

Raka... Ayah ada di sini.


Melangkah lebih dekat—gerakan natural, seperti benar-benar

hidup.


BUDI (VISI)

Kamu bisa tinggal bersama Ayah di sini. Tidak ada lagi rasa

sakit. Tidak ada lagi kesepian. Tidak ada lagi pemudaran.


Raka menatapnya—tahu ini ilusi tapi... begitu real. Begitu

menggoda.


VISI 2 - IBUNYA SARI:


Sari (38, cantik, tersenyum) muncul di samping Budi—memegang

tangan suaminya.


SARI (VISI)

(suara lembut seperti

lagu pengantar tidur)

Nak, jangan kembali. Di sini aman.

Tersenyum hangat—senyum yang Raka rindukan 7 tahun.


SARI (VISI)

Di sini kita bisa bersama selamanya. Keluarga utuh lagi. Tidak

ada lagi kutukan. Tidak ada lagi penderitaan.


Mengulurkan tangan—mengajak.


Raka melangkah maju—hampir percaya. Hampir menyerah.


VISI 3 - VERSI MUDA RAKA:


Raka muda (13 tahun, sebelum kutukan, ceria, penuh harapan)

muncul—tertawa, main Pokemon di tablet.


RAKA MUDA (VISI)

(tertawa ceria)

Kakak! Ayo main!


Melambai—polos, tidak tahu penderitaan.


RAKA MUDA (VISI)

Di sini kita main selamanya! Tidak ada bullying! Tidak ada yang

takut sama kita! Tidak ada yang bilang kita gila!


Raka menatap dirinya yang muda—mengingat saat hidupnya masih

normal. Sebelum kecelakaan. Sebelum kutukan.

Begitu menggoda untuk kembali ke momen itu.


Visi makin KUAT. Makin NYATA.

Bisa disentuh. Hangat. Real. Berbau. Bersuara jelas.


LOKA SUNYA menarik dengan semua kekuatan—membujuk, menipu agar

Raka TINGGAL SELAMANYA.


Raka mulai melepaskan pegangan mental di pintu—tergoda oleh

ilusi kebahagiaan.


Pintu mulai TERBUKA lebih lebar—1.5 meter sekarang.


SANDE KALA mendorong dari dalam—ribuan tangan mulai keluar dari

celah.

—DENTINGAN JAM berbunyi keras dari dunia nyata.


TING TING TING—frekuensi khusus yang menembus dimensi.


Suara familiar memotong semua ilusi. Suara nyata dari dunia

nyata.


Suara LILY bergema keras dari dimensi lain—menembus void:


LILY (V.O.)

(berteriak dari dunia

nyata)

RAKA! 30 DETIK! KEMBALI SEKARANG!


Pause—napas tersengal.


LILY (V.O.)

AKU TUNGGU KAMU! KAU JANJIKAN AKU! JANGAN TINGGALKAN AKU SENDIRIAN!


Suaranya—NYATA. Bukan ilusi. Bukan tipuan.


ANCHOR ke dunia hidup. TETHER ke kenyataan. Alasan untuk

kembali.


Raka berhenti melangkah maju ke visi keluarga.


Menatap visi Ayah dan Ibu—mereka tersenyum, mengajak.


Lalu menatap ke arah suara Lily.


PILIHAN TERBERAT:


Keluarga yang sudah mati vs orang yang masih hidup dan menunggu.


Masa lalu yang nyaman vs masa depan yang tidak pasti.


Menyerah pada ilusi vs berjuang untuk kenyataan.


Visi mulai PUDAR—seperti asap tertiup angin. Karena Raka membuat pilihan.


Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)