Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
3:17: Jangkar Terakhir
Suka
Favorit
Bagikan
6. Mereka Tidak Sepenuhnya Jahat
Skrip ini masih diperiksa oleh kurator

MAHASISWA 5

(ke temannya)

Kenapa tiba-tiba aku merinding banget... serasa ada yang
ngelihatin...

Lily MELIHAT arwah dengan jelas—menghitung satu per satu untuk

research.

Membuat sketch cepat di buku—gambar posisi mereka.

CLOSE UP: SALAH SATU ARWAH—WANITA TUA (60-AN, BAJU KEBAYA)—MENATAP

LILY LANGSUNG.

ARWAH WANITA TUA

(suara bergema, sedih)

Tolong kami... sudah terlalu lama...

Lily tersentak—shock. Ini pertama kali arwah bicara langsung

padanya.

03:18—arwah hilang.

Lily menatap Raka—prihatin.

LILY

Mereka... menderita. Sudah 103 tahun terjebak.

[MANIFESTASI 2] EXT. MALL CIWIDEY - SORE:

Raka dan Lily belanja buku di Gramedia. Ramai—weekend crowd.

Jam di HP Lily: 03:16.

LILY

(berbisik ke Raka)

Satu menit lagi. Kamu yakin mau di sini? Ramai—

RAKA

(pasrah)

Mau di mana juga sama. Mereka tetap datang.

03:17—suhu ANJLOK di seluruh area Gramedia.

Pengunjung menggosok lengan—bingung kenapa AC terlalu dingin.

47 ARWAH muncul—memenuhi toko buku seperti kabut.

Tapi kali ini mereka bergerak—MENDEKATI pengunjung lain.

Seorang IBU MUDA (28) dengan ANAK KECIL (4 tahun) tiba-tiba

berhenti—merinding total.

IBU MUDA

(gemetar)

Sayang... Ibu merasa tidak enak... ayo keluar...

Anak kecil MENANGIS tiba-tiba—tidak ada sebab jelas.

ANAK KECIL

(nangis keras)

IBU AKU TAKUT! ADA YANG LIAT AKU!

Lily menatap—salah satu arwah berdiri tepat di samping anak itu.

Tidak sengaja. Tapi anak kecil—lebih sensitif—bisa MERASAKAN.

Raka menutup mata—merasa bersalah.

RAKA

(berbisik)

Ini salahku... aku bawa mereka ke tempat ramai...

03:18—arwah hilang.

Suhu normal. Anak kecil berhenti menangis—bingung kenapa dia

nangis.

Tapi trauma sudah terjadi.

Lily memegang tangan Raka.

LILY

Bukan salahmu. Kamu tidak minta

ini.

[MANIFESTASI 3] INT. MASJID KAMPUS - MAGHRIB:

Raka sholat Maghrib sendirian di shaf belakang. Lily menunggu di

luar—non-Muslim.

Imam membaca surat Al-Fatihah.

Jam di mimbar digital: 03:16 (sore hari, waktu berbeda tapi pola

sama).

Tidak. Tunggu.

Raka cek jam—03:16 PM. Tepat waktu manifestasi.

Panik. Tidak bisa keluar—sedang sholat.

03:17—suhu ANJLOK di seluruh masjid.

Jamaah lain merasakan—gemetar. Tapi tetap sholat.

47 ARWAH muncul—memenuhi masjid.

Tapi ada yang BERBEDA.

Arwah-arwah itu TIDAK MASUK ke area sholat.

Mereka berdiri DI LUAR shaf—seperti ada invisible wall.

CLOSE UP: RADEN WIRYO—MENATAP IMAM DENGAN HORMAT. TIDAK BERANI

MASUK AREA SUCI.

Raka merasakan—beban di dada sedikit berkurang.

Di tempat suci, mereka tidak bisa terlalu dekat.

03:18—arwah hilang.

Sholat selesai. Raka keluar—napas lega.

Lily menunggu di luar.

LILY

Bagaimana?

RAKA

Di dalam masjid... mereka tidak bisa terlalu dekat.

Lily mencatat di HP.

LILY

Tempat suci punya proteksi
natural. Noted.

[MANIFESTASI 4] EXT. JALAN RAYA - MALAM - BAHAYA:

Raka pulang naik motor Yamaha. Lily di belakang—bonceng.

Jalan sepi. Hutan kanan kiri. Gelap.

Jam di dashboard motor: 03:16 AM (tengah malam—mereka habis

belajar sampai larut).

LILY

(teriak dari belakang)

RAKA! SATU MENIT LAGI!

RAKA

(teriak balik)

AKU TAHU! PEGANG ERAT!

03:17—suhu ANJLOK.

Napas mereka mengembun SANGAT tebal—visibility turun drastis.

47 ARWAH muncul—di tengah jalan.

Raka TIDAK BISA LIHAT JALAN—arwah menghalangi pandangan total.

RAKA

(berteriak panik)

AKU TIDAK BISA LIHAT!

Motor oleng—hampir jatuh.

Lily memeluk erat—menutup mata.

Tiba-tiba—arwah MENYINGKIR sendiri.

Raden Wiryo—dengan gesture tangan—menyuruh arwah lain menjauh

dari jalan.

Memberikan space untuk Raka lewat dengan aman.

Motor stabil lagi.

03:18—arwah hilang.

Raka berhenti di pinggir jalan—napas tersengal. Tangan gemetar

di setir.

Lily turun—memeluk Raka dari belakang.

LILY

(gemetar)

Hampir... hampir kecelakaan...

RAKA

(menyadari)

Raden Wiryo... dia selamatkan kita.

Menatap ke belakang—tempat Wiryo berdiri tadi. Sudah tidak ada.

Tapi Raka mengerti—arwah itu tidak sepenuhnya musuh.

Mereka terjebak. Menderita. Tapi masih peduli.

AKHIR MONTASE MANIFESTASI.

INT. KOST LILY - KAMAR - MALAM (PENGEMBANGAN HUBUNGAN)

Kamar kost perempuan. Rapi tapi penuh buku. Rak buku sampai

langit-langit. Laptop di meja.

Raka dan Lily duduk di lantai—lesehan. Laptop di tengah—

research.

Sudah 2 minggu sejak pertemuan pertama. Mereka menghabiskan

setiap hari bersama—cari jawaban.

Jam dinding: 23:47.

Lily menguap—capek. Tapi masih membaca.

LILY

(membaca layar)

"Transfer jangkar hanya bisa ke orang dengan mata ketiga..."

Berhenti. Menatap Raka.

Ada sesuatu yang tidak dikatakan sejak awal.

LILY

(pelan)

Aku bisa jadi jangkar berikutnya.

Raka mengangkat kepala—menatap Lily shock.

RAKA

(tegas, keras)

Tidak.

LILY

Raka, dengar—

RAKA

(berdiri, emosional)

TIDAK. Aku tidak akan biarkan kamu terkutuk seperti aku.

Berjalan menjauh—frustasi.

RAKA

(punggung menghadap

Lily)

Tujuh tahun aku hidup seperti hantu. Tidak ada teman. Tidak ada yang lihat aku. Tubuh memudar perlahan.

Berbalik—menatap Lily dengan mata berair.

RAKA

Kamu satu-satunya yang melihat aku. Yang peduli. Aku tidak akan biarkan kamu jadi seperti aku.

Lily berdiri—mendekat.

LILY

(tenang tapi tegas)

Dan aku tidak akan biarkan kamu mati sendirian.

Mereka berdiri berhadapan—jarak 1 meter. Tension.

RAKA

(suara bergetar)

Lebih baik aku mati daripada kamu terkutuk.

LILY

(keras)

Dan aku lebih baik terkutuk daripada kehilangan kamu!

Diam panjang.

Mereka menatap satu sama lain—emosi tinggi.

Lily melangkah lebih dekat.

LILY

(lebih lembut sekarang)

Raka... dalam dua minggu ini... kamu jadi orang pertama yang mengerti aku.

Pause.

LILY

Mengerti rasanya hidup di dua dunia. Melihat yang orang lain

tidak lihat.

Menatap mata Raka.

LILY

Untuk pertama kali dalam hidup...
aku tidak sendirian.

Raka menatapnya—mengerti perasaan itu.

LILY

Jadi jangan minta aku biarkan kamu mati. Karena aku tidak bisa.

Air mata jatuh di pipi Lily—untuk pertama kali sejak mereka

kenal.

Raka maju—memeluk Lily.

Mereka berpelukan lama—dalam keheningan.

RAKA

(berbisik)

Kita akan cari cara lain. Harus ada cara lain.

Lily mengangguk di pelukan—tapi tidak yakin.

INT. KAFE - SIANG (KONFLIK NILAI)


Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)